Tak Tergerus Zaman, Aneka Kerupuk Tradisional Selalu Dicari Pembeli
- 12 Jul 2026 09:08 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Aneka Kerupuk Tradisional Selalu Dicari Pembeli dan Tak Tergerus Zaman
- Pegiat wirausaha aneka olahan kerupuk tradisional yang masih eksis di Kediri tentu memberikan kontribusi positif sebagai penggerak ekonomi lokal
RRI.CO.ID, Kediri – Di tengah gelombang munculnya camilan modern berwujud olahan keripik kekinian dan makanan ringan impor, aneka kerupuk tradisional selalu dicari oleh pembeli di Kediri, Jawa Timur. Keberadaan kerupuk yang renyah, gurih, dan ramah di kantong ini masih menjamur dimana-mana seolah tak tergerus oleh perkembangan zaman.
Pasar tradisional, pasar modern, pusat-pusat produksi, dan agen kerupuk tradisional di Kediri selalu dipadati oleh pembeli seperti halnya di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, yang merupakan sentra produksi aneka kerupuk tradisional. Selain ibu rumah tangga, para pekerja, pemilik warung makan, hingga pelaku bisnis kuliner, menjadikannya menu belanjaan wajib.
“Alhamdulillah, setiap hari masih banyak pembeli yang mampir. Mau beli sedikit atau banyak, tetap saya layani dengan baik. Kerupuk yang paling laris ‘opak goreng wedhi’ (red. kerupuk pasir),” kata Anik Ekowati, salah satu pedagang aneka kerupuk tradisional di Kelurahan Kaliombo, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut perempuan berusia 51 tahun yang sudah berjualan kerupuk sejak tahun 2011 ini, banyak juga pelanggannya yang merupakan pemilik toko kelontong di Kota Kediri. “Yang punya toko kelontong di kampung-kampung kulakan kerupuknya di tempat saya. Selain itu, orang yang beli untuk oleh-oleh dan dibawa ke luar kota juga banyak,” ujar Anik kepada RRI.
Berbagai jenis olahan kerupuk dapat diperoleh di lapak milik Anik yang letaknya tidak jauh dari Alun-Alun Kota Kediri. Tidak hanya jenis kerupuk pasir dengan varian bawang, manis, pedas manis, dan terasi, pembeli juga dapat membeli kerupuk ikan, ketela, jengkol, plompong, puli, emplek, samiler, uyel, dan masih banyak lagi kerupuk terbuat dari bahan-bahan berbeda.
“Saya dua hari sekali menyempatkan beli kerupuk. Suami dan anak-anak tidak selera makan kalau tidak ada kerupuk apapun masakannya. Yang sering saya beli kerupuk plompong, uyel, sama opak goreng wedhi atau opak upil (red. kerupuk pasir),” ucap Pamela Damayanti, warga Perumahan Rejomulyo Graha Asri, Kota Kediri, Minggu pagi.
Keberadaan para pegiat wirausaha aneka olahan kerupuk tradisional yang masih eksis di Kediri tentu memberikan kontribusi positif sebagai penggerak ekonomi lokal. Selain tidak pernah sepi dan omzet penjualan mereka stabil, teknik pemasaran sejumlah pedagang kerupuk kini tidak lagi konvensional dengan optimalisasi platform digital seperti media sosial salah satunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....