Dokter Anak Ingatkan Bahaya Campur Buah pada Menu Utama MPASI

  • 18 Agt 2026 23:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kebiasaan memadukan buah-buahan manis seperti pisang ke dalam piring menu utama nasi dan lauk agar anak mau makan masih sering dilakukan oleh sebagian orang tua. Menanggapi fenomena tersebut, dokter spesialis anak dr. Nunki Andria Samudra, Sp.A memberikan pandangan medisnya terkait dampak kebiasaan ini terhadap perkembangan pola makan anak.

dr.Nunki menjelaskan bahwa fenomena ini umumnya dipicu oleh kebingungan orang tua saat anak enggan mengonsumsi nasi dan lauk, namun mendadak lahap ketika makanan tersebut ditambahi pisang. Meski terlihat menjadi solusi praktis, mencampur buah ke dalam menu utama kurang disarankan karena dapat memengaruhi preferensi rasa anak.

Menurut dr. Nunki, jika nasi dan lauk selalu dipadukan dengan pisang, anak akan terus-menerus terpapar rasa manis serta aroma khas pisang. Kondisi ini membuat si kecil kehilangan kesempatan untuk mengenal dan mengeksplorasi keberagaman rasa alami dari bahan makanan lainnya.

"Padahal masa MPASI adalah waktu yang baik untuk mengenalkan berbagai rasa alami, misalnya umami atau gurih dari protein dan sedikit pahit dari beberapa sayuran," ungkap dr. Nunki melalui unggahan di akun Instagram miliknya @dr.nunki.

Selain itu, pemberian buah dan sayur pada periode MPASI sebenarnya perlu dibatasi porsinya. Buah dan sayur mengandung serat serta senyawa anti-nutrien seperti fitat, tannin, saponin, dan oksalat yang jika dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu penyerapan zat gizi mikro penting, termasuk kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, dan zinc.

Lebih jauh, dr. Nunki menekankan bahwa esensi MPASI bukan sekadar proses memasukkan makanan ke dalam mulut anak agar merasa kenyang. MPASI merupakan fase belajar yang krusial bagi anak untuk mengenal tekstur, variasi rasa, hingga membangun kebiasaan serta pola makan seimbang yang akan dibawanya hingga dewasa.

Orang tua diimbau untuk membiasakan susunan makan yang ideal sejak dini, yakni terdiri dari karbohydrat, lauk sumber protein, lemak, dan sayur. Sementara itu, buah sebaiknya diposisikan sebagai makanan pelengkap atau camilan, bukan sebagai pengganti lauk apalagi penyamar rasa pada makanan utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....