Nyeri Haid Sering Parah? Dokter Ingatkan Bahaya Endometriosis

  • 29 Jul 2026 06:26 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Rasa nyeri saat mengalami menstruasi kerap dianggap sebagai hal biasa oleh sebagian besar wanita. Namun, jika rasa sakit yang dirasakan begitu hebat hingga memicu muntah, membuat tubuh meringkuk, serta mengganggu aktivitas harian, kondisi tersebut tidak boleh dianggap remeh atau dinormalisasi sebagai bentuk kelemahan fisik semata.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Mario Johan, menegaskan bahwa rasa sakit menstruasi yang teramat sangat bukanlah hal yang normal. Rasa nyeri hebat tersebut merupakan sinyal penting yang diberikan oleh tubuh mengenai adanya gangguan kesehatan pada organ reproduksi, seperti kondisi endometriosis maupun adenomyosis.

dr. Mario menjelaskan dalam postingannya (@dr.mariojohan), bahwa endometriosis merupakan kondisi medis ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar organ rahim. Setiap kali siklus menstruasi terjadi, jaringan abnormal ini ikut aktif dan mengalami proses peluruhan layaknya di dalam rahim, sehingga memicu timbulnya peradangan hebat pada area sekitarnya.

Akibat dari peradangan tersebut, penderita endometriosis umumnya akan merasakan nyeri yang teramat tajam dan berulang di setiap bulannya. Rasa sakit ini tidak hanya berpusat pada area perut bawah, tetapi juga dapat menjalar hingga ke bagian pinggang, panggul, serta menimbulkan rasa sakit yang hebat saat melakukan buang air besar (BAB).

Sementara itu, kondisi adenomyosis terjadi ketika jaringan yang menyerupai lapisan rahim justru tumbuh menyusup ke dalam otot rahim. Pertumbuhan jaringan ini membuat dinding rahim menjadi sangat sensitif dan mengalami penebalan, sehingga memicu rasa kram parah serta siklus haid yang cenderung berlangsung lebih lama.

Perbedaan mendasar dari kedua gangguan ini terletak pada lokasi tumbuhnya jaringan abnormal. Endometriosis umumnya terjadi di luar organ rahim dan kerap menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan intim maupun saat BAB/BAK, sedangkan adenomyosis berpusat pada otot rahim dan ditandai dengan volume darah haid yang keluar secara berlebihan (haid deras).

dr. Mario mengimbau para wanita untuk tidak ragu memeriksakan diri ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (OBGYN) jika mengalami gejala-gejala tersebut. Ketergantungan pada obat pereda nyeri secara terus-menerus setiap kali siklus haid datang bukanlah solusi jangka panjang yang bijak untuk mengatasi masalah utama.

Kesadaran akan kesehatan reproduksi ini menjadi modal penting agar setiap wanita mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak dini. Tubuh yang memberikan sinyal rasa sakit hebat saat menstruasi bukanlah indikasi sikap yang berlebihan, melainkan tanda bahwa organ reproduksi membutuhkan pertolongan medis profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....