Sering Buang Air Kecil Jam 3 Pagi? Waspadai Gula Darah Tinggi

  • 14 Agt 2026 10:45 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kebiasaan terbangun di tengah malam atau sekitar pukul 03.00 pagi untuk buang air kecil sering kali dianggap sebagai hal yang sepele. Banyak orang mengira kondisi ini hanya disebabkan oleh konsumsi air minum yang berlebihan sebelum tidur. Padahal, jika keluhan ini terjadi secara terus-menerus setiap malam, hal tersebut bisa menjadi sinyal awal adanya masalah pada kadar gula darah.

dr. Prama Aditya, seorang dokter, konsultan gaya hidup sehat, dan praktisi kesehatan memaparkan bahwa fenomena sering buang air kecil di malam hari memiliki hubungan erat dengan mekanisme kerja ginjal saat merespons kadar gula darah yang melonjak tinggi. Ketika kadar gula darah melebihi batas normal, organ ginjal secara otomatis akan bekerja ekstra untuk membuang kelebihan gula tersebut melalui urine.

Proses pembuangan gula oleh ginjal ini berdampak pada penarikan cairan tubuh secara signifikan. "Saat kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal akan berusaha membuang kelebihan gula tersebut melalui urine. Tapi gula yang keluar ini ikut menarik lebih banyak cairan dari dalam tubuh," kata dr. Prama melalui konten edukasi di media sosial (@drpramaaditya).

Ia mengatakan akibat dari penarikan cairan yang berlebihan tersebut, volume urine yang diproduksi oleh tubuh menjadi jauh lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini menyebabkan kandung kemih terisi lebih cepat, sehingga setelah beberapa jam tertidur, tumpukan urine memaksa seseorang untuk terbangun dari tidurnya di dini hari.

Lebih lanjut, dr. Prama mengingatkan bahwa jika masalah ini dipicu oleh kadar gula darah yang tinggi, tubuh umumnya juga akan memberikan sejumlah tanda peringatan lainnya. Tanda-tanda penyerta tersebut antara lain rasa haus yang berlebihan, frekuensi buang air kecil yang meningkat pada siang hari, mudah merasa lapar meski baru saja makan, tubuh terasa cepat lelah, hingga penglihatan yang terkadang kabur.

Sayangnya, gejala-gejala awal ini masih kerap diabaikan oleh masyarakat dan dianggap sebagai reaksi tubuh yang biasa. Rasa haus sering hanya dianggap akibat cuaca panas, tubuh lemas dikira kurang tidur, dan sering kencing dianggap sekadar efek banyak minum. Padahal, jika rangkaian keluhan tersebut muncul bersamaan dan berulang, tubuh sebenarnya sedang mengirimkan sinyal gangguan kesehatan.

Masyarakat diimbau untuk lebih peka dalam memperhatikan pola tubuh selama beberapa hari, seperti mengevaluasi frekuensi terbangun, volume urine, hingga rasa lelah yang dirasakan. "Karena yang perlu diperhatikan bukan jam 3 paginya, tapi kenapa tubuh terus memproduksi urine sampai tidurmu ikut terganggu," tutur dr. Prama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....