Dokter Ingatkan Hipertensi pada Anak Muda Bisa Berujung Penyakit Jantung

  • 02 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama yang kerap menjadi pemicu penyakit jantung adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kesehatan sejak usia muda mengingat kasus hipertensi hingga diabetes kini semakin banyak ditemukan pada kalangan usia produktif akibat perubahan gaya hidup.

Dokter Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri, dr. Debita Istifadah, mengatakan, pasien yang datang untuk pemeriksaan kesehatan paling banyak terdeteksi mengalami hipertensi. Kondisi tersebut tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia, melainkan mulai banyak ditemukan pada anak muda.

"Saat ini banyak pasien yang datang untuk cek kesehatan dan paling banyak terdeteksi hipertensi. Yang menjadi perhatian, sekarang banyak juga anak muda yang sudah mengalami hipertensi. Selain itu, diabetes juga mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda," ujar dr. Debita kepada RRI, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut dr. Debita, hipertensi yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit jantung. Sementara itu, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah sehingga semakin memperbesar risiko terjadinya gangguan jantung.

Ia menjelaskan, meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes pada usia muda tidak lepas dari pola hidup yang kurang sehat. "Penyebabnya salah satunya karena gaya hidup. Sekarang banyak anak muda yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, minum kopi berlebihan, mengonsumsi minuman tinggi gula, kemudian sering begadang di kafe atau coffee shop. Ditambah lagi kebiasaan malas berolahraga atau mager, sehingga risiko hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung menjadi lebih tinggi," katanya.

Selain menghindari faktor risiko tersebut, dr. Debita mengingatkan pentingnya menjaga kadar kolesterol, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga. Menurutnya, aktivitas fisik yang dimaksud adalah olahraga, bukan sekadar melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu atau mengepel. Olahraga dianjurkan sedikitnya 150 menit setiap minggu, disertai tidur yang cukup, mengelola stres, serta rutin memeriksa tekanan darah dan kadar gula darah.

Ia menegaskan, menjaga kesehatan jantung harus dimulai sejak usia muda. Dengan mengendalikan hipertensi dan diabetes melalui pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko penyakit jantung dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....