Terapi Reflective Listening pada Orang dengan Gangguan Depresi

  • 14 Apr 2026 18:59 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • terapi reflective listening
  • mendengar tanpa menasihati
  • orang dengan gangguan depresi berat

RRI.CO.ID, Kediri – Terapi reflective listening yang berarti mendengarkan tanpa menyela dan menasehati merupakan hal penting dalam terapi orang dengan masalah kesehatan jiwa, salah satunya pada kasus gangguan depresi.

Hal ini disampaikan oleh Danny Kurniawan, Amd.Kep., Pengelola Program Jiwa di UPTD Puskesmas Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa, 14 April 2026.

“Individu dengan kondisi depresi berat sangat membutuhkan ‘holding space’ atau ruang untuk mengekspresikan emosi,” kata Danny kepada RRI Kediri, Selasa siang.

“Dalam kondisi emosional intens, sangatlah tidak memungkinkan orang bisa diajak melakukan komunikasi dua arah,” ujarnya.

Fokus utama reflective listening adalah memberikan ruang aman dan nyaman bagi orang dengan gangguan kesehatan jiwa untuk mengungkapkan perasaan tanpa merasa dihakimi, disalahkan, atau didikte. Orang yang mengalami depresi pada umumnya tidak membutuhkan nasihat maupun solusi instan.

Teknik reflective listening melibatkan refleksi atas apa yang orang dengan gangguan depresi berat ungkapkan untuk memastikan pemahaman. Meskipun tujuan awalnya adalah hanya mendengarkan, namun kita tetap harus hadir secara emosional dalam artian menunjukkan bahwa kita ada sehingga mereka tahu bahwa sebenarnya mereka tidak sendirian.

“Pada kesimpulannya, jadilah pendengar yang baik tanpa harus menasihati apalagi menghakimi khususnya saat kondisi urgent dimana sesorang sedang dalam fase depresi berat,” ucap Danny.

“Sungguh tidaklah mudah manakala orang terdekat kita sedang berjuang mengatasi kesehatan mentalnya. Mari kita hadir sebagai pendengar yang baik untuk mereka.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....