Angka Kasus Pneumonia di Jombang Masih Tinggi

  • 29 Mar 2026 16:16 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Angka kasus pneumonia di Kabupaten Jombang masih tergolong tinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan.

Data RSUD Jombang mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 1.279 pasien yang dirawat akibat infeksi paru-paru tersebut, dengan 138 di antaranya meninggal dunia.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menyatakan kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat tren kasus masih berlanjut hingga di tahun 2026 ini.

“Sepanjang tahun lalu jumlah kasusnya cukup besar, dan memasuki tahun ini juga masih ditemukan kasus kematian. Ini tentu perlu diwaspadai bersama,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memicu tingginya kasus pneumonia adalah kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan cuaca ekstrem dinilai berdampak pada penurunan daya tahan tubuh masyarakat, sehingga lebih rentan terserang infeksi saluran pernapasan.

“Ketika intensitas hujan tinggi dan cuaca berubah-ubah, kondisi tubuh menjadi lebih rentan. Hal itu dapat memicu peningkatan kasus infeksi pernapasan, termasuk pneumonia,” jelasnya.

Hingga pertengahan Maret 2026 ini, tercatat ada sebanyak 176 pasien menjalani perawatan akibat pneumonia, dengan 38 kasus kematian di RSUD Jombang. Saat ini, sejumlah pasien masih dirawat, termasuk tiga pasien yang berada dalam kondisi kritis dan mendapatkan penanganan intensif di ruang ICU.

Menurut Pudji, balita menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi serius akibat pneumonia. Struktur saluran pernapasan yang lebih sempit membuat infeksi lebih cepat berkembang menjadi kondisi yang membahayakan.

“Pada anak-anak, terutama balita, sedikit pembengkakan saja di saluran napas bisa langsung berdampak besar, sehingga tingkat kegawatannya lebih tinggi,” katanya.

Untuk mendukung penanganan, RSUD Jombang telah menyiapkan fasilitas khusus, termasuk ruang ICU anak yang dilengkapi berbagai peralatan medis. Salah satunya enam unit ventilator khusus anak untuk membantu pernapasan pasien dengan kondisi berat.

Ia menambahkan, pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti virus, bakteri, maupun jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat terjadi secara bersamaan sehingga memperparah kondisi pasien.

“Jika masyarakat mengalami gejala seperti batuk berdahak, demam tinggi, sesak napas, atau nyeri dada, sebaiknya segera memeriksakan diri agar mendapat penanganan lebih cepat,” ucap Pudji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....