Jombang Percepat Eliminasi TBC dengan Pendekatan Jemput Bola
- 07 Jun 2026 15:42 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan jemput bola yang menitikberatkan pada skrining aktif di masyarakat. Strategi tersebut diterapkan untuk memperluas penemuan kasus secara dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menekan risiko penularan penyakit di lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Jombang Nomor 25 Tahun 2026 tentang Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis. Regulasi ini menjadi dasar pelaksanaan gerakan deteksi dini yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat di tingkat desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan kebijakan tersebut membawa perubahan dalam sistem penanggulangan TBC di daerah. Penemuan penderita kini tidak lagi hanya mengandalkan masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, tetapi dilakukan secara aktif melalui skrining kelompok rentan dan pelacakan kontak erat pasien.
"Melalui kebijakan ini, kami mengubah pola penanganan menjadi lebih proaktif. Petugas kesehatan akan lebih banyak turun ke lapangan untuk melakukan skrining pada kelompok berisiko serta menelusuri kontak serumah agar kasus dapat ditemukan lebih awal," ujar Hexawan, Minggu, 7 Juni 2026.
Sementara itu, Bupati Jombang, Warsubi, menilai masih adanya penderita TBC yang belum teridentifikasi dapat berdampak terhadap kualitas kesehatan masyarakat sekaligus produktivitas keluarga. Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan penanganan penyakit tersebut.
"Kami berharap seluruh instansi dan perangkat daerah dapat menjalankan fungsi masing-masing secara maksimal. Penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak agar hasilnya lebih optimal," ujar Warsubi.
Menurutnya, langkah aktif mendatangi masyarakat menjadi strategi penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus memastikan pasien memperoleh layanan pengobatan hingga tuntas. Upaya tersebut juga dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini.
"Jangan hanya menunggu masyarakat datang berobat. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk menemukan kasus lebih cepat, memberikan pemahaman yang benar, serta memastikan pasien menjalani pengobatan sampai selesai," katanya.
Selain tenaga kesehatan, pemerintah daerah juga mendorong peran camat, kepala desa, kader kesehatan, kader PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk membantu memberikan edukasi serta mengidentifikasi warga yang mengalami gejala tuberkulosis agar segera mendapatkan pemeriksaan. Bupati Warsubi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada penderita TBC.
"Penderita tuberkulosis membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar, bukan dijauhi. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas," ucap Warsubi.
Melalui pendekatan jemput bola tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap angka penemuan kasus TBC dapat meningkat secara signifikan sehingga target eliminasi tuberkulosis dapat dicapai sesuai agenda nasional pada tahun 2030.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....