Riset Dosen-Mahasiswa UB PSDKU Kediri Bedah Misteri Gagal Panen Lobster
- 06 Sep 2026 18:30 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Program Studi Akuakultur PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menegaskan perannya sebagai pencetak talenta muda akuakultur
RRI.CO.ID, Kediri - Program Studi Akuakultur PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menegaskan perannya sebagai pencetak talenta muda akuakultur. Khususnya guna memberikan solusi bagi masyarakat, melalui riset kolaboratif dosen dan mahasiswa untuk mengungkap penyebab gagal panen lobster air tawar.
Tim peneliti PSDKU UB Kediri meluncurkan penelitian inovatif berbasis hands-on research untuk memetakan dampak stresor ganda atau dual stressors pada budidaya lobster air tawar Cherax quadricarinatus. Riset strategis ini dipimpin oleh dua pakar perikanan UB Kediri, Hadiana, S.Pi., M.Sc. dan R. Adharyan Islamy, S.Pi., M.P., dengan keterlibatan aktif empat mahasiswa yaitu Chaerul Maulana, Nabila Stabita, Giyas Athar dan Yona Else.
Penelitian ini didukung pendanaan hibah Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP PSDKU UB Kediri Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung riset terapan. Fokus utama penelitian adalah membedah ancaman lingkungan yang kerap tidak disadari pembudidaya, yaitu interaksi antara residu herbisida berbahan aktif glifosat dari air irigasi pertanian dengan polusi suara dan getaran dari mesin pompa air.
Ketua Tim Peneliti Hadiana menjelaskan, banyak pembudidaya memanfaatkan air irigasi yang rentan terpapar glifosat sementara di saat bersamaan mesin pompa menyuarakan bising konstan. "Ketika kedua stresor ini menekan secara bersamaan, energi metabolisme lobster yang seharusnya dipakai untuk tumbuh dan berkembang biak justru terkuras habis hanya untuk bertahan hidup," ujar Hadiana, pada Minggu, 6 September 2026.
Dalam eksperimen in vivo selama 40 hari, tim mengukur parameter komprehensif mulai dari Laju Pertumbuhan Spesifik atau SGR, Rasio Konversi Pakan atau FCR, hingga tingkat egg loss atau gugurnya telur pada indukan betina. Keunggulan kultur akademik PSDKU UB Kediri terlihat dari keterlibatan langsung mahasiswa yang tidak hanya menjadi asisten, tetapi juga aktif mengoperasikan instrumen laboratorium dan mengolah data bio-fisiologis.
Keterlibatan ini dirancang untuk mengasah pemikiran kritis, penguasaan metodologi ilmiah, dan kepekaan sosial mahasiswa terhadap isu di industri akuakultur. Anggota tim peneliti R. Adharyan Islamy mengatakan, luaran riset ditargetkan menembus jurnal internasional bereputasi sekaligus bermanfaat praktis bagi peternak lokal.
Data laboratorium akan diterjemahkan menjadi Modul Panduan dan Standar Operasional Prosedur Manajemen Kualitas Air yang akan dipublikasikan secara open access melalui portal resmi PSDKU UB Kediri. Melalui sinergi dosen, mahasiswa, dan dukungan institusi, PSDKU UB Kediri memperkuat perannya sebagai kampus pelopor inovasi.
Riset ini juga mendukung sejumlah agenda SDGs mulai dari SDGs 1, 4, 8, 12, 14 hingga 17, sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem budidaya di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....