Refleksi Arah Pendidikan Bangsa di Momentum Harkitnas 2026

  • 20 Mei 2026 21:24 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali arah pendidikan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perubahan pola belajar generasi muda dinilai membawa tantangan baru yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

Pengamat Dunia Pendidikan dan Dosen Universitas Islam Malang, Akhmad Tabrani, menilai perkembangan AI telah mengubah pola belajar siswa dan mahasiswa menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Menurutnya, kemudahan akses teknologi memberi keuntungan besar dalam proses pembelajaran di era modern.

“Sekarang proses belajar jauh lebih mudah karena didukung teknologi digital dan AI. Pelajar maupun mahasiswa bisa memperoleh informasi dengan cepat, dan akses sumber belajar semakin luas,” ujar Tabrani kepada RRI, Rabu, 20 Mei 2026.

Namun, di balik kemudahan tersebut, ia melihat adanya kecenderungan menurunnya daya kreativitas dan proses berpikir mendalam pada generasi muda. Kemudahan akses informasi dinilai berpotensi mendorong budaya instan dalam proses belajar.

“Ketika semua jawaban bisa diperoleh secara cepat, hal ini menyebabkan adanya kecenderungan mengurangi kreativitas. Mereka akan banyak memilih jalan pintas, kurang belajar, dan sedikit banyak mulai kehilangan sentuhan rasa human being,” katanya.

Tabrani menyebut perkembangan AI sebenarnya merupakan hal yang tidak terelakkan. Hal ini sebagai konsekuensi logis dari perkembangan pola berpikir manusia, kebudayaan, kemajuan ilmu dan teknologi, serta peradaban, yang semakin mempermudah seluruh akses kehidupan masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko jangka panjang apabila arah pendidikan nasional tidak segera dibenahi. “Dalam jangka panjang, peran manusia akan banyak digantikan robot. Maka jiwa, sense, human interest semakin hilang. Sopan santun yang merupakan bagian dari etika, kemudian juga karakter akan semakin tergerus. Hidup menjadi perlombaan, berkejaran, serba tergesa-gesa, kebanyakan menjadi banal akibat dari pola instan kehidupan di zaman sekarang,” jelasnya.

Ia juga menilai kehidupan masyarakat saat ini semakin dipenuhi budaya kompetisi dan tekanan produktivitas. Kondisi tersebut membuat pendidikan berpotensi kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang pembentukan karakter dan moral generasi muda.

“Kalau pendidikan hanya berorientasi pada kemampuan teknis tanpa membangun karakter, maka bangsa ini bisa kehilangan fondasi penting dalam jangka panjang,” katanya.

Karena itu, Tabrani menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam penggunaan teknologi, khususnya di lingkungan pendidikan. Ia mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan gawai di kalangan pelajar ataupun mahasiswa, agar proses belajar tetap berjalan secara sehat dan seimbang.

“Teknologi memang tidak mungkin dihindari, tetapi penggunaannya harus bijak. Perlu ada pembatasan dan pengawasan terhadap penggunaan gawai agar pelajar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi,” ucapnya.

Selain itu, ia meminta pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk memperkuat kurikulum yang berorientasi pada pembentukan karakter, etika, dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak cukup hanya diukur dari aspek akademik semata.

“Kurikulum harus mampu membangun karakter dan kesadaran sosial generasi muda. Selain itu, sektor pendidikan juga harus dikelola oleh orang-orang yang benar-benar memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni,” ujarnya.

Dengan begitu, pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara akademik dan mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta kepedulian sosial yang kuat, agar arah pembangunan bangsa tetap memiliki fondasi kemanusiaan di tengah derasnya arus digitalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....