Mahasiswa UNISKA Kediri Gali Potensi AI bagi Masyarakat
- 09 Mei 2026 16:50 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggali potensi Artificial Intelligence (AI) bagi masyarakat luas
- Meski kemajuan AI berdampak positif, hal tersebut bisa memberikan pengaruh yang negatif bagi pengembangan pola pikir mahasiswa
RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggali potensi Artificial Intelligence (AI) bagi masyarakat luas. Kondisi ini terlihat dalam agenda Seminar Teknik pada rangkaian Technofest Fakultas Teknik 2026 di Aula E UNISKA Kediri pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Saat membuka ajang Seminar Teknik tersebut, Dekan Fakultas Teknik UNISKA Kediri, Dr Rizka Nurdianto Sarbini menyampaikan, apresiasi besar terhadap segenap mahasiswa, narasumber, dan tamu undangan yang hadir. "Jika tiga tahun lalu, kehadiran AI memang masih belum setenar sekarang. Tapi sekarang, dengan berkembangnya dunia AI, mahasiswa semakin mudah dalam membuat tugas kuliah," kata Dekan Fakultas Teknik UNISKA Kediri, Dr Rizka Nurdianto Sarbini, saat ditemui RRI Kediri.
Meski kemajuan AI berdampak positif, ungkap Rizka, hal tersebut bisa memberikan pengaruh yang negatif bagi pengembangan pola pikir mahasiswa. Sebab, dengan adanya AI, entah dari Chat GBT, Gemini, dan platform AI lain, justru membuat kalangan mahasiswa seolah memiliki kebiasaan belajar yang menurun.
"Kalau AI ini tidak disikapi dengan bijak, sangat mengerikan dampaknya. Tiga tahun lalu, tugas kuliah yang dibuat dengan bantuan AI, masih bisa ketahuan, tapi sekarang parafrase hasil tugas kuliah yang dikerjakan lewat AI makin sempurna, dan itu yang bisa menjerumuskan mahasiswa menjadi semakin malas belajar," katanya.
Senada dengan Dekan Fakultas Teknik UNISKA Kediri, Dr Rizka Nurdianto Sarbini, Pemateri dalam Seminar Teknik, Dr Risky Aswi Ramadhani membenarkan, saat ini kemajuan AI memang bisa digunakan dalam membantu meringankan kehidupan manusia. "Namun, yang patut diperhatikan, jangan sampai kemudahan dari AI ini tidak memacu semangat mahasiswa untuk belajar. Ingat jika seringkali memakai AI dalam menyelesaikan tugas kuliah, maka itu bisa menurunkan kognitif mereka sendiri," kata Risky.
Jika diingat, sebut Risky, semasa belajar dulu pihaknya tidak diizinkan oleh guru atau orang tua saat menghitung sebuah soal matematika dengan memakai kalkulator. Tapi, hal itu justru memberi dampak positif pada daya ingatnya saat ini, termasuk kemampuan menghafal nama jalan dan sebagainya.
"Di sisi lain, saat ini kemajuan dunia AI juga berpengaruh besar terhadap peningkatan produktivitas lahan pertanian, misal dengan AI bisa membedakan atau menyortir buah Tomat yang warna hijau dan warna merah, serta bisa juga mendeteksi pelat nomor kendaraan yang saat itu melanggar rambu lalu-lintas, dan sekarang AI juga bisa memantau tingkat kebersihan panel surya di sebuah gedung," katanya.
Adapun pemateri berikutnya, Samsudin mengemukakan, sudah saatnya kalangan mahasiswa untuk bersahabat dengan kemajuan zaman, yakni AI. Walau demikian, ada beberapa hal yang patut diperhatikan sebelum menerapkan AI tersebut dalam kehidupan nyata.
"Dengan begitu, harapan kami sebagai praktisi, idealnya para mahasiswa atau anak muda ini bisa memanfaatkan AI sebijak mungkin. Misal dikhawatirkan ada banyak pekerjaan yang hilang digerus AI, maka generasi muda dapat meningkatkan inovasi dan ide-ide segar mereka untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri yang ditunjang AI, seperti menjadi digitalpreneur," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....