Tren Anak Muda Sukses Harus di Kota Besar Kini Sudah Bergeser

  • 12 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Stigma lama yang menyebutkan bahwa kesuksesan bagi generasi muda pasca-kelulusan hanya bisa diraih dengan merantau ke kota-kota besar kini dinilai telah luntur. Pola pikir anak muda di era modern terbukti sudah tidak lagi terbebani oleh keharusan melakukan migrasi geografis demi mendapatkan pekerjaan yang layak.

Sebaliknya, saat ini terjadi pergeseran paradigma yang masif di mana para pencari kerja usia produktif mulai melirik potensi besar industri digital dari daerah.

Founder Kediri Technopark, Sam B. Taufik, menjelaskan bahwa titik balik dari transformasi kebiasaan masyarakat yang mengarah pada digitalisasi ini dipicu oleh situasi pandemi beberapa tahun lalu. Dampak dari perubahan tersebut membuat lanskap dunia kerja berubah total, termasuk kebijakan operasional perusahaan di ibu kota.

Banyak kantor besar di Jakarta saat ini yang sudah menerapkan sistem perekrutan karyawan dengan skema remote working atau kerja jarak jauh.

"Stigma sukses harus di kota besar sekarang sudah bergeser dan luntur. Titik baliknya adalah pandemi kemarin yang memicu transformasi kebiasaan ke arah digitalisasi. Kebijakan beberapa kantor di Jakarta bahkan saat ini sudah mempekerjakan karyawan dengan sistem remote working, sehingga mereka sama sekali tidak perlu datang langsung ke kantor fisik," katanya, Jumat, 12 Juni 2026.

Sam menambahkan, kehadiran jaringan internet yang memadai kini telah membuka peluang yang setara bagi semua orang untuk menembus pasar kerja nasional hingga global. Fenomena unik yang jamak ditemui saat ini adalah banyaknya anak muda di daerah yang mulai terbiasa mendapatkan penghasilan hanya dari dalam kamar masing-masing.

Mereka secara mandiri mampu membangun studio kerja sendiri di rumah untuk mengelola berbagai proyek besar dari luar negeri.

"Anak-anak muda sekarang sudah punya studio kerja sendiri di rumah dan memelihara pekerjaan dari kota besar bahkan luar negeri. Di industri kreatif ini, standar pendapatan bukan lagi berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR), melainkan diukur dari kualitas karya. Jenis pekerjaan baru yang sangat potensial dikerjakan secara remote antara lain adalah web developer, analis data, hingga video editor," jelasnya.

Terkait dengan nominal pendapatan, sektor ekonomi digital menjanjikan perputaran finansial yang sangat menggiurkan bagi para pelakunya di daerah. Ia menyebutkan bahwa pendapatan minimal yang bisa dikantongi dari pekerjaan digital paling sederhana, seperti admin grup WhatsApp, berada di angka Rp2,5 juta.

Sementara itu, bagi pekerja digital yang memiliki keahlian khusus, rata-rata pendapatan harian atau bulanan mereka sudah mampu menyentuh angka dua digit.

Oleh karena itu, Sam mendorong pemerintah daerah untuk mengerahkan masyarakat agar segera mengambil peluang emas yang tersedia di dunia digital ini. Apalagi, perkembangan pasar digital global bergerak jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Kunci utama untuk memenangkan persaingan di industri ini bukanlah ijazah formal, melainkan kekuatan portofolio dan pengalaman nyata dalam menggarap sebuah proyek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....