Update Haji, Kemenhaj Jombang Catat 9 Jemaah Tunda Berangkat
- 12 Mei 2026 15:41 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang mencatat sebanyak sembilan calon jemaah haji menunda keberangkatan pada musim haji 2026. Di tengah proses pemberangkatan jemaah menuju Tanah Suci, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian serius menyusul adanya satu jemaah asal Jombang yang meninggal dunia di Mekkah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan penundaan keberangkatan tersebut menjadi bagian dari dinamika penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Namun, pihaknya tidak menjelaskan secara rinci alasan masing-masing jemaah memutuskan menunda keberangkatan.
“Untuk musim haji tahun ini total ada sembilan calon jemaah yang belum jadi berangkat. Penundaan tersebut berasal dari berbagai pertimbangan masing-masing jemaah,” kata Ilham Rohim, Selasa, 12 Mei 2026.
| Baca juga: Jemaah Haji Kloter 60 dan 61 Tiba di Jombang |
Meski demikian, proses pemberangkatan jemaah haji asal Jombang secara umum tetap berjalan sesuai jadwal. Menurut Ilham, kondisi cuaca panas di Arab Saudi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi para jemaah selama menjalankan ibadah haji. “Kami meminta jemaah benar-benar menjaga kesehatan, memperhatikan pola makan, cukup istirahat, dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas berat di luar agenda ibadah,” ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan setelah adanya laporan satu jemaah asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, meninggal dunia sesaat setelah tiba di Mekkah. Jemaah tersebut diketahui mengalami serangan jantung dan sempat menjalani penanganan medis di rumah sakit.
Ilham mengatakan pihaknya turut berduka atas meninggalnya jemaah asal Jombang tersebut. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang juga terus berkoordinasi dengan petugas haji di Arab Saudi terkait pendampingan terhadap keluarga almarhum. “Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga diberikan ketabahan,” ucapnya.
Selain memantau kondisi kesehatan jemaah, petugas haji juga terus melakukan pendataan terhadap pelaksanaan ibadah wajib jemaah di Makkah. Berdasarkan laporan sementara, mayoritas jemaah asal Jombang telah menyelesaikan umrah wajib.
Namun demikian, terdapat beberapa jemaah perempuan yang belum dapat melaksanakan umrah wajib karena masih mengalami haid. Kondisi tersebut tersebar di sejumlah kelompok terbang. Ilham menjelaskan, pada Kloter 61 terdapat tiga jemaah yang menunda pelaksanaan umrah wajib. Sementara di Kloter 62 terdapat satu jemaah, dan di Kloter 63 tercatat dua jemaah yang juga belum dapat menjalankan ibadah tersebut.
“Ada beberapa jemaah perempuan yang sementara waktu belum bisa melaksanakan umrah wajib karena kondisi tertentu. Nantinya akan dijadwalkan kembali setelah mereka dalam keadaan suci,” ujarnya.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang memastikan seluruh jemaah yang belum menjalankan umrah wajib tetap mendapatkan pendampingan dari petugas kloter dan pembimbing ibadah selama berada di Tanah Suci. “Harapan kami seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan sampai nanti kembali ke tanah air,” kata Ilham.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....