Kemenhaj Kota Kediri Pastikan 281 Jemaah Bisa Berangkat ke Tanah Suci
- 24 Apr 2026 22:30 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kemenhaj Kota Kediri Pastikan 281 Jemaah Bisa Berangkat ke Tanah Suci
- Sesuai jadwal, para jemaah haji ini lebih dulu berangkat dengan jalur darat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada tanggal 20 Mei 2026 dan tanggal 21 Mei 2026 baru melakukan penerbangan ke Jeddah
- Selain melakukan siaran radio, seperti program Talkshow atau Dialog, RRI telah meningkatkan kompetensi pegawai untuk menghadirkan berita online rri.co.id, berita audio visual (video), Report on The Spot (ROS) di TKP, dan medsos
RRI.CO.ID, Kediri - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kediri memastikan sebanyak 281 jemaah haji bisa berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri, Basyarudin menyatakan, jumlah jemaah haji ini sesuai update data pada masa sekarang.
"Jumlah jemaah haji ini memang fluktuatif, seperti beberapa waktu lalu kami sudah mendatangi 284 jemaah haji. Tapi sekarang menjadi 281 jemaah haji yang akan berangkat," kata Basyarudin, saat ditemui pada agenda Audiensi antara RRI Kediri dan Kantor Kemenhaj Kota Kediri, Jumat, 24 April 2026.
Basyarudin mengungkapkan, berkurangnya jumlah jemaah haji Kota Kediri yang berangkat ini dikarenakan ada berbagai faktor. Contohnya, ada satu jemaah yang mundur tidak melanjutkan berangkat ke Tanah Suci, satu jemaah meninggal dunia, dan satu orang jemaah lainnya sakit permanen.
"Untuk yang sakit permanen, kami mencoba memberi pengertian kepada yang bersangkutan agar fokus dulu terhadap kesembuhan penyakit itu. Apa pun yang terjadi sekarang, murni karena sudah jalan Allah SWT, semoga ada hikmah di balik peristiwa ini," kata Basyarudin.
Ia menambahkan, kondisi itu juga diperkuat dengan syarat Istithaah yakni kemampuan atau kesanggupan seorang muslim (fisik, mental, finansial, dan keamanan) yang menjadi hal wajib pelaksanaan ibadah haji. "Kini, Istithaah diperketat menjadi istithaah kesehatan, merupakan kemampuan jasmani dan mental yang terukur melalui pemeriksaan medis agar jemaah dapat beribadah tanpa menelantarkan kewajiban," katanya.
Sementara itu, terkait keberangkatan jemaah haji Kota Kediri, ia menyebutkan, mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 115. Sesuai jadwal, para jemaah haji ini lebih dulu berangkat dengan jalur darat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada tanggal 20 Mei 2026 dan tanggal 21 Mei 2026 baru melakukan penerbangan ke Jeddah.
"Dikarenakan total jumlah jemaah haji Kota Kediri hanya 281 orang, sedangkan kuota kursi di pesawat nanti bisa menampung sekitar 300an orang, maka keberangkatan ini akan digabung dengan jemaah haji dari Surabaya," katanya.
Adapun pada audiensi ini, Koordinator RRI Kediri, Ricki Anggoro menyampaikan apresiasi besar kepada pihak Kemenhaj Kota Kediri yang telah berkenan berkolaborasi. Bahkan sanggup mendukung pemberitaan info haji yang akan disiarkan selama periode musik haji tahun 2026.
"Besar harapan kami, kerja sama ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang. Hal ini juga seiring kesiapan personel kami untuk melakukan peliputan, baik dari pra keberangkatan, tahap keberangkatan ke Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air," kata Ricki.
Terlebih hingga saat ini, lanjut Ricki, sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI bukan hanya memiliki produk berita yang disiarkan melalui media radio, sedangkan khusus RRI Kediri di frekuensi 100,2 FM. Namun, dengan perkembangan zaman digital sekarang, maka LPP RRI dituntut mampu menjangkau banyak khalayak di pelosok Nusantara melalui multiplatform.
"Selain melakukan siaran radio, seperti program Talkshow atau Dialog, kami juga telah meningkatkan kompetensi pegawai untuk menghadirkan berita secara online melalui rri.co.id, berita audio visual (video), Report on The Spot (ROS) atau laporan langsung di TKP, serta mempublikasikan hasilnya dari kanal medsos Instagram, TikTok, Youtube, dan Facebook," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....