Kemenhaj Berdoa Haji 2026 Lancar Ditengah Konflik Timur-Tengah
- 11 Apr 2026 06:55 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Adanya konflik yang terjadi di Timur Tengah, Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa, agar pelaksanaan haji tahun 2026 lancar. Seluruh Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kediri sebanyak 1.275 orang bersama Jemaah cadangan telah melakukan persiapan sedemikan rupa untuk keberangkatan ke tanah suci.
Kepala Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Jumat, 10 April 2026 menjelaskan jemaah calon haji Kabupaten Kediri terbagi menjadi empat kloter yang berangkat pada gelombang kedua. Yaitu kloter 109 dengan jumlah 317 orang jemaah, kloter 110 dengan jumlah 372 jemaah, kloter 111 sebanyak 365 jemaah dan kloter 112 sebanyak 151 orang jemaah yang bergabung dengan Kabupaten Nganjuk.
“Kloter 110, 111, 112, itu kena program tanazul yang mereka jemaah haji setelah dari Muzdalifah ke Mina dan kembali ke hotel, sehingga jarak hotel ke jumrah lebih dekat daripada jumrah ke tendanya. Sehingga ini mengikuti program murur yang akan diberlakukan, semuanya kita berdoa mudah-mudahan nggak ada kendala semua tinggal berangkat,” ujarnya
Sementara Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa mewakili Pemkab Kediri berpesan agar seluruh jemaah calon haji Kabupaten Kediri selalu menjaga kesehatan. Pemkab kediri juga memberikan bingkisan bagi seluruh jemaah calon haji berupa makanan khas Kediri untuk mengobati rasa rindu akan kampung halaman.
“Biasanya isinya sambal pecel, sambal tumpang isntan, ada payung juga, saos dan lainnya. Kalau disana pastinya kangen dengan makanan khas Kediri, karena rasanya beda meskipun sama-sama soto misalnya, jadi makanya Mas Bup bawakan sambal pecel, sambal tumpang itu pasti yang dikangeni para jemaah,” ucapnya.
Abdul Kholiq Nawawi menambahkan hingga hari ini pendaftar haji Kabupaten Kediri berjumlah sebanyak 40.589 jemaah. Dengan rincian jemaah laki-laki sebanyak 18.847 orang, jemaah perempuan sebanyak 21.742 dan lansia sebanyak 6.582 jemaah.
Masa tunggu keberangkatan saat ini jika dihitung secara nasional hampir sama, yaitu tidak sampai 35 tahun, namun berkurang hampir separuhnya. Dari Kabupaten Kediri terdapat jemaah tertua secara nasional atas nama Marsiah, yang berasal dari Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dengan usia 104 tahun lebih 9 bulan 6 hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....