RSNU Jombang Layani Vaksinasi CJH

  • 31 Jan 2026 17:38 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang membuka layanan vaksinasi bagi Calon Jamaah Haji dan Umrah (CJH) sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan kesehatan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Layanan ini mencakup vaksin meningitis dan polio yang dapat diakses secara mandiri maupun melalui biro perjalanan.

Manajer Divisi Pelayanan Kesehatan RSNU Jombang, dr. Jeffri Chrisdiawan, menjelaskan bahwa rumah sakit menyediakan dua skema pendaftaran vaksinasi guna memudahkan calon jamaah. Skema pertama diperuntukkan bagi peserta mandiri yang dapat langsung mendaftar di RSNU Jombang tanpa perantara biro perjalanan.

“Untuk peserta mandiri, calon jamaah cukup datang ke bagian pendaftaran. Selanjutnya akan diarahkan langsung ke Poli Vaksin tanpa harus melalui biro jasa,” ujar dr. Jeffri, Sabtu, 31 Januari 2026.

Sementara itu, skema kedua ditujukan bagi peserta yang tergabung dalam biro perjalanan haji dan umrah. Dalam mekanisme ini, pihak biro melakukan koordinasi dengan Humas RSNU Jombang untuk pendataan dan penentuan jadwal vaksinasi.

“Setelah jadwal disepakati, biro wajib mengarahkan seluruh pesertanya hadir ke RSNU Jombang sesuai waktu yang telah ditentukan untuk menjalani vaksinasi,” katanya.

Sebelum penyuntikan vaksin, setiap calon jamaah diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan awal. Menurut dr. Jeffri, tahapan ini penting untuk memastikan kondisi fisik jamaah dalam keadaan layak menerima vaksin.

“Dokter akan menelusuri riwayat penyakit dan kondisi kesehatan terkini. Setelah itu, pasien menandatangani informed consent sebagai persetujuan tindakan vaksinasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jamaah juga diberikan penjelasan mengenai fungsi vaksin, “Vaksin ini bekerja dengan memasukkan virus atau bakteri yang telah diinaktivasi untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh,” ujarnya.

Bagi calon jamaah dengan penyakit penyerta seperti gangguan jantung, ginjal, kanker, atau penyakit kronis lainnya, RSNU Jombang menyarankan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis yang menangani.

“Sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter yang memahami riwayat kesehatannya, karena itu akan menentukan apakah pasien aman menerima vaksin atau tidak,” kata dr. Jeffri.

Setelah vaksinasi, jamaah akan menjalani observasi selama sekitar 30 menit untuk memantau kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Jika di kemudian hari muncul keluhan, RSNU Jombang mengimbau jamaah segera kembali ke rumah sakit atau mendatangi instalasi gawat darurat.

Terkait ketersediaan vaksin, RSNU Jombang memastikan stok dalam kondisi aman. Rumah sakit menerapkan sistem pengadaan berbasis ambang batas. “Jika stok menyentuh 25 dosis, kami langsung melakukan pengadaan ulang agar kebutuhan jamaah tetap terpenuhi,” ujarnya.

Seluruh vaksin yang digunakan telah tervalidasi oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Surabaya. Setelah menjalani vaksinasi, jamaah akan memperoleh Electronic International Certificate of Vaccination (ICV) atau buku kuning elektronik yang diakui secara internasional sebagai syarat perjalanan ibadah.

Layanan vaksinasi mandiri di RSNU Jombang dibuka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Sementara untuk kelompok besar dari biro perjalanan, rumah sakit menyediakan penyesuaian jadwal melalui kesepakatan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....