Jemaah Haji Kategori Risti Diberikan Pendampingan Kesehatan Intensif

  • 30 Apr 2026 16:58 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang masuk kategori berisiko tinggi (Risti) dipastikan memperoleh pendampingan kesehatan secara intensif menjelang keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil dan mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan bahwa layanan kesehatan bagi CJH Risti dilakukan secara berkelanjutan melalui bimbingan, pemantauan, serta evaluasi medis secara berkala.

“Penanganan untuk jemaah yang masuk kategori risiko tinggi dilakukan lebih intensif, mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan, hingga pemeriksaan rutin agar kondisi mereka tetap terkontrol,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, penetapan kategori Risti sepenuhnya menjadi kewenangan tim kesehatan haji dari pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah hanya berperan dalam mendukung pelaksanaan pendampingan di lapangan. “Penentuan kategori tersebut bukan dari daerah, melainkan ditetapkan oleh tim kesehatan haji pusat melalui mekanisme yang sudah ditentukan,” katanya.

Hexawan juga menambahkan, jemaah dengan kategori Risti diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga kesehatan, termasuk membawa obat-obatan pribadi sesuai anjuran dokter sebagai langkah antisipasi selama perjalanan ibadah. “Para jemaah diimbau membawa obat sesuai resep dan tetap menjaga kondisi tubuh, karena aktivitas ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, H. Ilham Rohim, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji kategori Risti di Jombang tergolong cukup tinggi dibandingkan total keseluruhan jemaah. “Dari total 1.271 calon jemaah, sebanyak 787 orang masuk kategori Risti, dengan rincian 402 orang risiko ringan, 206 risiko sedang, dan 179 risiko berat,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh jemaah haji yang telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan masih memenuhi syarat istita’ah atau kelayakan untuk berangkat ke Tanah Suci. “Seluruh jemaah sudah menjalani pemeriksaan ulang di fasilitas kesehatan masing-masing, dan sampai saat ini belum ada yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk berangkat,” ujarnya.

Ilham menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memastikan kesiapan jemaah, khususnya yang masuk kategori Risti, agar tetap dalam kondisi prima. “Kami terus bersinergi dengan tim kesehatan agar seluruh jemaah, terutama yang berisiko, dapat terpantau dengan baik hingga masa keberangkatan,” ucapnya.

Sebagai informasi, sebanyak 1.271 CJH bersama empat Petugas Haji Daerah (PHD) asal Kabupaten Jombang dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Surabaya pada 6 hingga 7 Mei 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....