Kemenhaj Jombang Sebut Jemaah Haji Tertua Berumur 86 Tahun

  • 28 Apr 2026 11:54 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang mencatat adanya jemaah haji tertua pada tahun keberangkatan 2026 yang berusia 86 tahun. Jemaah tersebut menjadi bagian dari ribuan calon jamaah asal Jombang yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada awal Mei mendatang.

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa total calon jamaah haji (CJH) tahun ini mencapai 1.267 orang yang akan diberangkatkan bersama empat Petugas Haji Daerah (PHD) pada 6 hingga 7 Mei 2026. Seluruh jamaah tersebut akan dibagi dalam empat kelompok terbang sebelum menuju Asrama Haji Surabaya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, H. Ilham Rohim, menyebutkan bahwa jamaah tertua berasal dari Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang. “Jamaah haji paling tua atas nama Sriah Taselem, seorang perempuan kelahiran 1939 yang berdomisili di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang. Usianya kini 86 tahun dan tetap masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2026,” ujar Ilham, Selasa, 28 April 2026.

Selain jamaah tertua, pihaknya juga mencatat adanya jamaah termuda yang akan berangkat pada musim haji tahun ini. “Untuk jamaah termuda tercatat atas nama Naqiba Alfainana, berusia 16 tahun, berasal dari Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan,” ujarnya.

Ilham menjelaskan bahwa seluruh jamaah akan diberangkatkan menggunakan 30 unit bus yang telah disiapkan pemerintah daerah menuju Asrama Haji Surabaya sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. “Seluruh jamaah akan diberangkatkan melalui empat kloter, yaitu kloter 60, 61, 62, dan 63, dengan dukungan transportasi yang sudah difasilitasi oleh pemerintah daerah,” katanya.

Ia juga berharap seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar dan para jamaah diberi kesehatan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. “Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji, serta dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 61 persen dari total jamaah atau 784 orang masuk dalam kategori risiko kesehatan (risti) dengan tingkat kondisi yang beragam. Namun demikian, pihak Kemenhaj memastikan seluruhnya telah menjalani pemeriksaan ulang kesehatan.

“Jamaah dengan kategori risti sudah melalui pemeriksaan lanjutan di puskesmas masing-masing untuk memastikan kelayakan atau istita’ah. Hingga saat ini tidak ditemukan jamaah yang dinyatakan tidak layak berangkat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....