Persiapan Keberangkatan, CJH Jombang Diimbau Waspadai Penyakit Berisiko
- 21 Nov 2025 20:04 WIB
- Kediri
KBRN, Jombang: Menjelang persiapan keberangkatan ibadah haji 2026, Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Jombang diimbau untuk mewaspadai sejumlah penyakit berisiko yang dapat menggagalkan keberangkatan ke Tanah Suci. Imbauan ini diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang menyusul kebijakan baru pemerintah terkait pengetatan pemeriksaan kesehatan jamaah haji.
Pemerintah Indonesia menerapkan aturan skrining kesehatan lebih ketat, termasuk pemeriksaan acak di bandara, hotel, hingga kawasan Masyair. Jamaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan (istitha’ah) berpotensi gagal berangkat dari Indonesia maupun dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi. Penyelenggara yang melanggar aturan akan dikenai sanksi tegas.
Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menegaskan bahwa tahun ini pemeriksaan akan dilakukan secara lebih detail dan berlapis.
“Calon jamaah dengan kondisi tersebut dipastikan tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitha’ah. Mereka berpotensi tidak lolos pemeriksaan di Indonesia, maupun ditolak berangkat atau dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Hexawan memaparkan setidaknya terdapat 11 penyakit yang dapat menghambat kelayakan istitha’ah jamaah haji, “Mulai dari penyakit jantung koroner, hipertensi tidak terkontrol, diabetes mellitus tidak terkontrol, penyakit paru kronis (COPD), gagal ginjal, gangguan mental berat, penyakit menular, kanker stadium lanjut, penyakit autoimun tidak terkontrol, stroke, hingga epilepsi tidak terkontrol,” jelasnya.
Ia mengimbau para CJH yang memiliki riwayat penyakit kronis untuk segera melakukan pemeriksaan rutin dan mengikuti terapi medis yang dianjurkan, “Bagi calon jamaah yang memiliki penyakit kronis, kami minta segera berobat secara teratur dan menjaga kesehatan agar memenuhi syarat saat pemeriksaan,” tegasnya.
Dinkes Jombang akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar proses pemeriksaan dapat berjalan sesuai standar nasional dan tujuan keselamatan jamaah tetap terjaga.
“Kebijakan ini langkah preventif yang penting demi menjaga keselamatan, kelancaran, dan kekhusyukan ibadah haji bagi seluruh jamaah,” katanya.
Selain pengobatan rutin, Hexawan menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai bekal stamina jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang menuntut kondisi fisik prima.
“Kami sampaikan kepada para jamaah agar menjaga pola makan, menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, serta melakukan latihan fisik rutin. Karena ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat,” ujarnya
Dengan penerapan imbauan ini, CJH diharapkan dapat lebih siap mengikuti seluruh proses pemeriksaan kesehatan dan menjalani ibadah haji secara optimal tanpa kendala medis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....