Jemaah Haji Kloter 6 Kabupaten Kediri Sampai Arafah

  • 05 Jun 2025 11:58 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Jemaah Haji kloter 6 Kabupaten Kediri telah sampai di Arafah dan telah menempati tenda yang berada tidak jauh dari pintu gerbang. Pergeseran jemaah dari Makkah ke Arafah berdasarkan Syarikah dan Maktab, sehingga jemaah haji kloter 6 masuk dalam kafilah 06 bergabung dengan jemaah dari berbagai kloter keberangkatan yaitu kloter 5, kloter 10, kloter 17, kloter 18, kloter 20, kloter 27, kloter 28, kloter 30, kloter 46, kloter 48 dan kloter 73.

Moch. Choirul Musonifin, Ketua Kloter 6 Jemaah Haji Kabupaten Kediri, Kamis (5/6/2025) menyampaikan semua jemaah haji sudah terangkut dengan menggunakan enam armada bus. “Semua jemaah sudah menempati tenda di Arafah dan Alhamdulillah untuk tenda kami berdekatan dengan pintu gerbang jadi tidak terlalu masuk dan berdekatan dengan tempat toilet. Dalam satu tenda ada yang berjumlah 50 orang dan ada yang hampir 100 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan didalam tenda setiap jemaah haji mendapatkan satu bed kasur dengan ukuran sekita 80x200 cm, serta terdapat bantal dan payung kecil yang disediakan oleh pihak Syarikah. Terdapat juga tas kecil yang berisi perlengkapan mandi seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, masker, dan hand sanitizer serta tasbih digital.

“Alhamdulillah para jemaah telah mendapatkan makan dan ada beberapa yang masih flu, batuk dan sakit ringan. Juga untuk jemaah lansia ada yang menggunakan bantuan kursi roda, namun semuanya sudah berada di Arafah. Memang tendanya tidak satu kloter, jadi untuk satu kafilah itu kami menempati di tiga tenda dan satu tenda berjamaah dengan kafilah yang lain dari Indonesia terutama dari Jawa dan Madura,” ucapnya.

Choirul Musonifin mengungkapkan untuk rangkaian ibadah selama di Arafah yaitu menginap dan memperbanyak zikir, berdoa, membaca Al-Quran, karena Arafah merupakan tempat dalam puncak ibadah haji.

“Kemudian masuk waktu Zuhur kami melaksanakan khotbah wukuf dan juga salat Zuhur serta Ashar di jamak qasar, karena nanti untuk persiapan di malam hari memperbanyak zikir dan doa serta bermunajat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Ketika di Arafah jemaah haji juga melakukan salat Magrib dan Isya dengan jamak qasar, karena jemaah menunggu untuk pergeseran ke Muzdalifah ketika malam hari. “Insya Allah pergeseran ke Muzdalifah dimulai sekitar pukul 23.30 WAS,” ujar Choirul Musonifin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....