Evaluasi Haji 2026, CJH Kota Kediri Diminta Perkuat Fisik sejak Dini
- 08 Jul 2026 07:22 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri diimbau mulai mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh hari sebelum keberangkatan
RRI.CO.ID, Kediri – Calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri diimbau mulai mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Imbauan tersebut muncul sebagai hasil evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, yang menunjukkan masih adanya jemaah yang mengalami penurunan kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Salah satu Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kediri, Zen menyatakan kesiapan fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
"Aktivitas ibadah yang padat membutuhkan stamina yang prima agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik," kata Zen, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi, petugas menemukan beberapa jemaah yang mengalami kondisi kesehatan menurun secara tiba-tiba. "Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh kelelahan setelah menjalani berbagai aktivitas selama di Tanah Suci," katanya.
Selain padatnya rangkaian ibadah, Zen menyebutkan, aktivitas berbelanja oleh-oleh juga menjadi salah satu penyebab terkurasnya energi jemaah.
"Tidak sedikit jemaah yang tetap memaksakan diri beraktivitas meski kondisi tubuh mulai menurun," katanya.
Zen berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi calon jemaah haji yang akan berangkat pada musim haji tahun depan. "Kami mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup sehat, rutin berolahraga, serta menjaga kebugaran tubuh sejak sebelum memasuki masa pelunasan hingga keberangkatan," kata Zen.
Sementara itu, jemaah haji asal Kota Kediri yang tergabung dalam Kloter 115, Zachrie Ahmad, mengemukakan, bahwa secara umum kondisi kesehatan rombongan selama menjalankan ibadah haji cukup baik. "Seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan," kata Zachrie.
Meski demikian, Zachrie mengakui masih terdapat beberapa jemaah, terutama yang masuk kategori risiko tinggi (risti), yang mengalami kelelahan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah.
"Namun kondisi mereka tetap dapat dipantau oleh petugas kesehatan dan pendamping haji," katanya.
Di sisi lain, lanjutnya, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan dari tenaga medis selama pelaksanaan ibadah haji dinilai sangat membantu jemaah, khususnya mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu maupun lanjut usia. Dengan pemantauan tersebut, kondisi kesehatan jemaah dapat terus dikendalikan hingga kepulangan ke Tanah Air.
Diketahui, kepulangan jemaah haji Kota Kediri telah berlangsung pada 1 Juli 2026. Sebanyak 280 jemaah tiba di GOR Jayabaya Kota Kediri setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kedatangan para jemaah disambut penuh haru dan antusias oleh keluarga, kerabat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri. Momentum tersebut menjadi penutup pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dan kesiapan jemaah pada musim haji berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....