Petugas Amankan Terduga Pelaku Investasi dan Arisan Bodong di Kediri
- 25 Jun 2026 16:57 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Petugas kepolisian mengamankan terduga pelaku investasi dan arisan bodong di Desa/Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri
- Untuk program arisan, pelaku menawarkan variasi iuran bulanan yang beragam, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp1 juta, dengan skema perolehan (get) yang menggiurkan seperti slot Get Rp3,5 juta, Get Rp9 juta, hingga Get Rp15 juta
RRI.CO.ID, Kediri - Petugas kepolisian mengamankan terduga pelaku investasi dan arisan bodong di Desa/Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis, 25 Juni 2026. Pada pengamanan tersebut, tampak terduga pelaku inisial YS, dibawa anggota Polsek Kandat bersama seorang asistennya untuk dibawa ke Mapolres Kediri.
Kapolsek Kandat, Iptu Abdul Aziz menyatakan, upaya pengamanan YS ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas di sekitar kediaman pelaku. Apalagi sejak Kamis pagi hingga siang hari, belasan korban penipuan telah mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban.
"Jadi kami ambil tindakan pengamanan pelaku tersebut, supaya suasana di rumah YS dan lingkungan ini tetap kondusif," kata Abdul Aziz.
Untuk sementara, jelas Abdul Aziz, saat ini petugas menempuh jalur kekeluargaan lebih dulu. Hal ini sembari menunggu informasi sejumlah korban lain, terutama mereka yang belum membuat laporan.
"Kami masih menunggu, bilamana ada korban lain yang merasa menjadi korban, maka bisa langsung melapor ke petugas di Polsek Kandat," kata Abdul Aziz.
Sementara itu, salah satu korban dari Kabupaten Kediri inisial G, mengaku, sangat menyesal dengan kejadian tersebut. Pihaknya tidak menyangka bisa menjadi salah satu korban penipuan.
"Untuk kerugian, memang nominal saya tidak banyak seperti orang lain. Sebab dari awal, saya juga tidak kenal dekat dengan pelaku YS, cuma dari lihat story di medsos, sepertinya dia baik, tapi ternyata demikian," kata korban G.
Namun, imbuh korban G, dari perilaku YS tersebut akhirnya ia menjadi sasaran untuk peminjaman dana secara personal.
"Jadi dalam kasus ini, ada beberapa jenis korban yakni utang piutang secara personal, investasi berkedok kerja sama, dan arisan online. Pesan saya buat masyarakat, jangan pernah tergiur dengan tawaran investasi atau arisan yang belum tentu kejelasannya," katanya.
Di tempat sama, salah satu korban inisial P, mengungkapkan pengalaman pahitnya setelah tergiur mengikuti kerja sama investasi yang ditawarkan oleh pelaku YS. Ia mengaku sudah menjalin hubungan kerja sama ini selama kurang lebih dua tahun. Awalnya semua berjalan lancar, tapi beberapa bulan terakhir komunikasi mulai tersendat dan tidak ada kejelasan.
"Awalnya pelaku itu kalau butuh uang ke sini. Katanya untuk join kerja atau tanam modal. Tapi belakangan ini sama sekali tidak ada kabar. Kalau ditanya, jawabnya cuma 'sik bentar, sik bentar' (sebentar lagi), tapi nyatanya tidak ada komunikasi sama sekali," kata korban P.
Lebih lanjut, korban P mengemukakan, bukan hanya uang tunai sekitar Rp100 juta yang amblas, pihaknya juga kehilangan beberapa emas batangan yang dibawa oleh pelaku.
"Saya sudah bilang jangan dibawa, tapi tetap dibawa. Harapan saya,uang dan emas itu bisa kembali," harapnya.
Sebagai informasi, pengakuan para korban, pelaku melancarkan aksinya dengan menawarkan dua jenis program, yakni kerja sama tanam modal (investasi) dan arisan online dengan sistem kocok maupun spin wheel. Modus tersebut disebarkan secara masif melalui status WhatsApp untuk menarik minat teman dan kenalan.
Untuk program arisan, pelaku menawarkan variasi iuran bulanan yang beragam, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp1 juta, dengan skema perolehan (get) yang menggiurkan seperti slot Get Rp3,5 juta, Get Rp9 juta, hingga Get Rp15 juta. Akan tetapi, di balik iming-iming keuntungan tersebut, para korban justru gigit jari setelah mendapati sistem yang dijalankan diduga kuat penuh dengan manipulasi dan fiktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....