Arte De Amore, ketika Seni Jadi Bahasa Cinta Anak Muda Kediri
- 16 Sep 2026 14:44 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Berangkat dari pandangan bahwa seni adalah bentuk cinta, sebuah ruang kreatif baru hadir di Kota Kediri, adalah Arte De Amore
RRI.CO.ID, Kediri — Bukan di galeri megah, tapi di sudut kafe Paggora Kediri, puluhan karya seni, tampak pada ajang Arte De Amore. Agenda movement kreatif anak muda Kediri ini, memaknai seni sebagai bahasa cinta lintas disiplin dan lintas daerah.
Berangkat dari pandangan bahwa seni adalah bentuk cinta, sebuah ruang kreatif baru hadir di Kota Kediri, adalah Arte De Amore, perhelatan seni yang menggabungkan berbagai disiplin dan kolaborasi lintas komunitas dan daerah. Inisiator Arte De Amore, Ahmad Farid Abdillah, menyebutkan, Arte De Amore lahir dari gerakan kecil kolaborasi komunitas yang ingin menjadi tenaga besar bagi kreativitas anak muda Kediri.
"Arte De Amore adalah bagaimana memandang seni sebagai sebuah cinta. Bagaimana movement kecil berangkat dari beberapa kolaborasi komunitas menjadi gerakan atau tenaga besar berjalannya kreativitas anak muda di kota Kediri ini," kata Farid.
Ia menyampaikan, keterlibatan seniman dalam Arte De Amore terbilang luas. Tidak hanya lintas disiplin, tetapi juga lintas daerah. "Untuk seniman, kita kolaborasi bareng ada seniman Jakarta, seniman Bali, seniman Malang, berkolaborasi dengan 20 seniman Kediri. DJ yang tampil di Art De Amore sekitar 26 DJ. Kita juga kolaborasi dengan beberapa komunitas seperti motor custom, komunitas pelari dan lainnya," katanya.
Apalagi, ada beragam karya dan pertunjukan ditampilkan, mulai dari performance art, seni rupa, lukis, ilustrasi, instalasi, fashion, komedi hingga musik elektronik yang melibatkan puluhan disc jockey (DJ). Menyatukan beragam jenis seni dan latar belakang komunitas dalam satu ruang menjadi tantangan tersendiri. Farid mengibaratkan keberagaman elemen kreatif tersebut seperti sajian nasi dengan berbagai pilihan.
"Semua punya disiplin kreatif atau semangat kreatif masing-masing, ketika itu diumpamakan sebuah nasi, mungkin ada nasi merah, ada nasi kuning, ada nasi putih. Artinya bagaimana menikmati, memenuhi piringnya masing-masing dari semangat disiplin kreatif yang berbeda-beda," katanya.
Arte De Amore mengambil tempat di Venti Curv, kafe yang berada di wilayah Pagora, Kota Kediri. Tempat tersebut menjadi salah satu spot favorit anak muda untuk menghabiskan waktu. Event ini berlangsung 11 September sampai 18 September 2026, dan menjadi pameran kreatif pertama di Kediri yang digelar selama delapan hari.
"Memperlihatkan bahwa kafe itu bukan hanya ruang bertemu, tapi bagaimana kreativitas bisa disalurkan," kata Farid.
Melalui Arte De Amore, Farid menaruh harapan besar, terhadap perkembangan ekosistem kreatif anak muda di Kediri. Gerakan ini juga melibatkan stand up comedian dari Kediri. "Sehingga anak-anak muda mempunyai gambaran yang sama untuk membangun kreatif di Kota Kediri. Harus lebih siap, lebih semangat, menyambut event-event kreativitas, terutama dalam seni lukis atau musik. Kediri sangat butuh movement seperti ini untuk keberlangsungan event kreatif di Kediri," katanya.
Arte De Amore mendapat sambutan positif dari seniman dan pengunjung.
Seniman asal Kediri, Dwi Agni, menambahkan, Arte De Amore menjadi momentum menggerakkan semangat kreativitas anak muda. "Sebagai jembatan bagi kita yang masih muda atau awal untuk tahu bagaimana rasanya atau bagaimana cara mengembangkan atau menghidupkan sebuah ekosistem secara organik," kata Agni.
Sementara pengunjung bernama Niko mengaku termotivasi untuk ikut berkarya setelah melihat pameran tersebut. "Bagus, acaranya menarik. Saya sendiri kebetulan juga pelaku seni, kalau ada yang teman yang suka juga ikut mendorong untuk ikut berkarya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....