Bawa Bus Telolet dan Angkot, Grup Vokal 'No Na' Gebrak Panggung Internasional

  • 07 Agt 2026 18:26 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Bawa Bus Telolet dan Angkot, Grup Vokal 'No Na' Gebrak Panggung Internasional
  • Keberanian 'No Na' mengeksplorasi elemen unik Nusantara seperti gamelan, jalanan, warung kopi, perkampungan, bus telolet, hingga transportasi umum angkot lewat karya internasional

RRI.CO.ID, Kediri – Belum lama sukses dan viral lewat single ‘Rollerblade’ pada April 2026, Grup vokal asal Indonesia, ‘No Na’, kembali sukses mengguncang panggung musik internasional melalui karya terbaru mereka, ‘Honk’. Uniknya, audio khas dari klakson bus telolet dan daya tarik visual angkutan kota (angkot) turut mewarnai single bergenre hip-hop ini.

Lagu ‘Honk’ menjadi sebuah mahakarya yang tidak biasa karena secara berani merekam dan memasukkan bunyi-bunyian bising jalanan menjadi sebuah aransemen musik megah level internasional. Tidak tanggung-tanggung, selain suara klakson bus telolet dan visual angkot berwarna-warni cerah, berbagai elemen unik di sudut jalanan Indonesia turut dieksplorasi.

“Ini yang namanya gebrakan baru dan belum ada dalam karya musik sebelum-sebelumnya. Siapa mengira klakson bus telolet yang bising justru berpadu harmoni dengan musik dan vokal No Na yang bertenaga,” kata Siti Isnaniyah, Founder Nanin Music Course (NMC), Kota Kediri, Jawa Timur, Jum’at, 7 Agustus 2026.

Menurut Nanin, sapaan akrab perempuan yang telah banyak dipercaya menjadi juri dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) maupun sederet event musik lainnya di Kediri, No Na adalah wujud seniman muda yang sukes mengembangkan genre musik hip-hop menjadi lebih baru, unik, dan segar di mata maupun telinga para penikmat musik global.

Grup Vokal No Na yang beranggotakan penyanyi perempuan muda Indonesia berbakat, yakni Christy, Esther, Baila, dan Shaz, berhasil mencuri perhatian dunia dalam festival musik bergengsi lintas negara lewat keberanian mereka mengangkat elemen unik Nusantara seperti gamelan, jalanan, warung kopi, perkampungan, bus telolet, hingga transportasi umum angkot.

Beragam komentar positif langsung bermunculan sejak video musik ‘Honk’ resmi tayang di berbagai platform musik digital, salah satunya Channel YouTube @nonawav. Menariknya, tidak hanya Indonesia, sejumlah musisi dan penikmat musik asal Amerika, Spanyol, Myanmar, Peru, Jepang, Argentina, Philipina, dan Singapura turut memberikan apresiasi dan dukungan.

“Kearifan lokal yang sering dianggap kampungan justru jadi produk seni kontemporer mahal,” tulis akun @pamelabasulendro di kolom komentar Official IG @nonawav. “Di tangan No Na, bus telolet, angkot, warung kopi, hingga perkampungan, terlihat estetik dan mewah,” tulis akun @journalbyellie diikuti ribuan respon positif lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....