Sakit Datang di tengah Kuliah, JKN Jadi Penolong Nabila Pulang ke Kediri
- 24 Agt 2026 22:20 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Nabila merasa bersyukur karena telah memiliki perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan
- Program JKN ini merupakan bentuk gotong royong untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat
RRI.CO.ID, Kediri – Tidak ada yang pernah tahu kapan tubuh membutuhkan pertolongan medis. Bagi Nabila Testania (22), pengalaman itu datang ketika dirinya masih sibuk menjalani perkuliahan di Malang. Sebagai anak kos, pola makan yang tidak teratur membuat kondisi kesehatannya menurun hingga harus mendapatkan pengobatan.
Di tengah kondisi tersebut, Nabila merasa bersyukur karena telah memiliki perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Kepesertaan JKN tersebut diperolehnya melalui program pemerintah sejak tiga tahun lalu.
Nabila terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Kepesertaannya didaftarkan melalui pemerintah desa setelah pihak desa meminta data warga untuk mengikuti program tersebut.
"Iya, waktu itu dari Kepala Desa minta data untuk didaftarkan BPJS Kesehatan dari pemerintah. Alhamdulillah terbantu dalam segi pelayanan kesehatan setelah didaftarkan dari desa," ujar Nabila, Senin, 24 Agustus 2026.
Pengalaman menggunakan JKN kemudian benar-benar dirasakan Nabila ketika dirinya mengalami sakit maag saat masih kuliah di Malang. Kondisi tersebut membuat keluarga meminta Nabila pulang ke Kediri agar bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
"Waktu itu saya masih kuliah dan kena sakit maag karena ya wajar ya anak kos sering telat makan. Dulu disuruh pulang sama mama ke Kediri," kenangnya.
Setelah tiba di Kediri, Nabila tidak perlu mencari fasilitas kesehatan yang jauh. Rumahnya berada tidak jauh dari Puskesmas Balowerti sehingga ia langsung mendatangi fasilitas kesehatan tersebut untuk mendapatkan pelayanan.
"Kebetulan rumah saya dekat dengan Puskesmas Balowerti, jadi saya langsung berobat ke sana," lanjutnya.
Di puskesmas, Nabila mendapatkan pelayanan rawat jalan dan pengobatan rutin. Karena kondisi yang dialaminya tergolong ringan, ia tidak perlu menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit dan kondisinya berangsur membaik hingga sekitar satu minggu.
Bagi Nabila, bukan hanya kemudahan memperoleh pelayanan yang membuat pengalaman tersebut berkesan. Sikap ramah dan informatif dari tenaga kesehatan juga membuatnya merasa nyaman selama menjalani pemeriksaan hingga mendapatkan obat.
"Selama berobat di puskesmas, pelayanannya sangat baik. Kontrol ke dokter ramah, terus pas ambil obat di bagian farmasi orangnya juga ramah-ramah dan informatif sekali. Tidak ada pembedaan pelayanan sama sekali," katanya.
Satu hal yang membuat Nabila semakin merasa terbantu adalah dirinya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pelayanan yang diterimanya sesuai ketentuan JKN.
Bagi seorang mahasiswa yang saat itu masih bergantung pada dukungan keluarga, keberadaan jaminan kesehatan tersebut memberikan rasa tenang.
"Dan yang paling penting, tidak ada iuran atau biaya tambahan sepeser pun, semuanya gratis ditanggung BPJS Kesehatan," kata Nabila.
Selain manfaat pelayanan kesehatan, Nabila juga merasakan kemudahan dari sisi administrasi melalui aplikasi Mobile JKN. Ia memanfaatkan fitur antrean online sebelum datang ke fasilitas kesehatan sehingga tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk menunggu antrean secara langsung.
"Kemudahan dari aplikasi Mobile JKN ini luar biasa membantu. Karena biasanya di puskesmas antreannya cukup padat, jadi dengan ambil antrean online lewat Mobile JKN, kita tinggal datang dan menunggu antrean dipanggil sesuai nomor," katanya.
Nabila bercerita, kehadiran layanan digital tersebut membuat proses mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih praktis dan efisien. Ia pun berharap berbagai kemudahan dalam Program JKN terus dipertahankan dan dikembangkan agar semakin mudah dimanfaatkan masyarakat.
Bagi Nabila, pengalaman sakit saat kuliah menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak bisa diprediksi. Ia menilai kepemilikan jaminan kesehatan penting, terutama bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan medis.
Ia pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya. Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan bukan hanya soal mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga memberikan ketenangan karena ada perlindungan ketika kondisi tidak terduga terjadi.
"Menurut saya, punya jaminan kesehatan itu penting. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Jadi lebih baik sudah punya perlindungan sejak awal daripada bingung ketika tiba-tiba sakit," kata Nabila.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kediri, Tutus Novita Dewi, mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan Program JKN sebagai bentuk perlindungan kesehatan. Ia menekankan pentingnya kepesertaan JKN tetap aktif agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Program JKN ini merupakan bentuk gotong royong untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan kepesertaan JKN dengan baik dan menggunakan layanan sesuai prosedur yang berlaku,|" kata Tutus.
Tutus juga mengingatkan, agar masyarakat memanfaatkan berbagai kanal layanan yang telah disediakan BPJS Kesehatan, termasuk layanan digital. Menurutnya, kemudahan tersebut dihadirkan agar peserta dapat memperoleh informasi dan mengakses berbagai kebutuhan administrasi JKN dengan lebih mudah.
Bagi Nabila, pengalaman sakit saat kuliah menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak bisa diprediksi. Ia menilai kepemilikan jaminan kesehatan penting, terutama bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan medis.
Ia pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya. Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan bukan hanya soal mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga memberikan ketenangan karena ada perlindungan ketika kondisi tidak terduga terjadi.
"Menurut saya, punya jaminan kesehatan itu penting. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Jadi lebih baik sudah punya perlindungan sejak awal daripada bingung ketika tiba-tiba sakit," kata Nabila.
Pengalaman Nabila menjadi gambaran bahwa jaminan kesehatan bukan sekadar kartu kepesertaan, tetapi menjadi perlindungan yang memberikan rasa aman ketika kondisi tak terduga datang. Melalui Program JKN, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan dengan lebih mudah sekaligus memiliki ketenangan dalam menghadapi risiko kesehatan kapan pun dibutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....