Perjuangan Nenek Sholihah Menarik Perhatian Mas Dhito

  • 07 Mei 2026 23:50 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sholikah tak pernah menyangka di usia 50 tahun dirinya harus kembali memikul tanggung jawab besar sebagai orang tua utama bagi tiga cucunya. Sejak putrinya meninggal dunia pada April lalu,

ia bersama sang suami, Putut Sri Harmisworo, berusaha sekuat tenaga menjaga dan membesarkan ketiga anak yang masih kecil itu di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

Di rumah sederhana yang sebagian bangunannya mulai rusak, Sholihah menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan. Cucu sulungnya, Arvino, baru duduk di kelas 1 sekolah dasar. Sementara dua adiknya, Arcelio dan Arsenio, masih berusia dua tahun lebih dan membutuhkan perhatian penuh setiap waktu.

Setiap hari, Sholikah berusaha mencari penghasilan dari usaha kecil penggilingan bumbu, kopi, dan kelapa yang ia jalankan dari rumah. Dari usaha itu, ia mengaku hanya memperoleh penghasilan yang sangat terbatas, namun tetap cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan harian cucu-cucunya.

“Kalau sedang ramai, penghasilannya paling sekitar Rp20.000. Itu dipakai untuk kebutuhan anak-anak, beli susu, pampers, dan makan sehari-hari,” ujar Sholikah pelan.

Selain itu, ia dan suaminya juga menerima pesanan makanan rumahan seperti madumongso dan sambal pecel. Meski tidak menentu, usaha itu menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga kecil tersebut.

Sholikah juga mengungkapkan bahwa sejak anaknya meninggal, ayah dari ketiga cucu itu sudah tidak lagi hadir dalam kehidupan mereka. Kondisi tersebut membuat seluruh beban pengasuhan sepenuhnya berada di tangannya dan sang suami.

“Setelah ibunya meninggal memang sempat datang, tapi setelah itu tidak ada kabar lagi mengenai anak-anak,” tuturnya.

Kondisi rumah yang mereka tempati pun masih jauh dari kata layak. Beberapa bagian bangunan terlihat rusak dan rawan bocor saat hujan turun disertai angin kencang, sehingga menambah beban hidup keluarga tersebut.

Saat Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito datang berkunjung, Sholikah tak kuasa menahan haru. Ia beberapa kali terisak ketika menceritakan kehidupan yang kini dijalaninya bersama tiga cucunya.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito tidak hanya mendengarkan keluh kesah, tetapi juga memastikan pemerintah daerah akan turun tangan membantu. Mulai dari perbaikan rumah, penguatan usaha kecil, hingga dukungan pendidikan bagi cucu sulungnya menjadi perhatian pemerintah.

“Kalau rumah tadi saya lihat masih ada yang rusak, nanti akan kami bantu perbaiki supaya anak-anak bisa tinggal lebih nyaman,” ujar Mas Dhito.

Kisah Sholikah menjadi potret keteguhan seorang nenek yang berjuang di tengah keterbatasan, demi memastikan tiga cucunya tetap memiliki harapan untuk tumbuh dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....