MPLS di Gedung Baru, Sekolah Rakyat Kediri Wujudkan Mimpi Anak Bangsa

  • 11 Jul 2026 05:21 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Bagi sebagian anak di Kabupaten Kediri, seragam baru dan meja belajar sering kali hanya jadi angan
  • Program Sekolah Rakyat, adalah kesempatan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sesuai haknya

RRI.CO.ID, Kediri - Bagi sebagian anak di Kabupaten Kediri, seragam baru dan meja belajar sering kali hanya jadi angan. Namun mulai 14 Juli 2026, mimpi itu pelan-pelan diwujudkan.

Sebab, Sekolah Rakyat resmi membuka asrama di Plosoklaten sebagai rumah baru untuk belajar, tinggal, dan mengejar cita-cita tanpa memandang latar belakang ekonomi orang tua. Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kuota peserta didik jenjang Sekolah Dasar SD di Sekolah Rakyat SR Kabupaten Kediri belum terpenuhi sesuai target.

"Dari rencana 3 rombongan belajar rombel atau sekitar 90 siswa, yang terisi hanya 1 rombel dengan 30 siswa," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Subur mengatakan, kekurangan peserta didik di jenjang SD membuat pemerintah pusat mengambil kebijakan mengalihkan sisa kuota ke jenjang SMP dan SMA. Langkah ini agar tidak ada kursi kosong di tahun ajaran pertama.

"Untuk SD, memang akhirnya kita hanya bisa memenuhi satu rombel. Kebijakan dari kementerian, rombel yang tersisa kemudian dilimpahkan ke SMP dan SMA," katanya.

Dengan kebijakan tersebut, sebut Subur, jumlah rombongan belajar untuk jenjang SMP dan SMA bertambah. Semula masing-masing direncanakan 3 rombel, kini menjadi 4 rombel karena mendapat tambahan kuota dari jenjang SD.

Keputusan tersebut diambil karena waktu pelaksanaan tahun ajaran baru sudah sangat dekat. Apalagi, tidak memungkinkan lagi dilakukan penjaringan ulang peserta didik SD.

"Karena waktunya sudah semakin mendesak, kebijakan dari pusat adalah memenuhi kuota itu melalui jenjang di atasnya," katanya.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri tetap berjalan sesuai jadwal. MPLS dijadwalkan dimulai pada 14 Juli 2026. Pada hari yang sama, para siswa juga akan menempati bangunan perdana yang dibangun sejak awal tahun 2026.

"Kami rencanakan tanggal 14 Juli mulai MPLS dan anak-anak langsung masuk ke asrama," katanya.

Bagi anak-anak tersebut, masuk asrama bukan hanya pindah sekolah. Bahkan pertama kalinya mereka tinggal jauh dari rumah untuk belajar mandiri, beradaptasi dengan teman baru, dan dibimbing langsung oleh para pengajar.

Setelah masa adaptasi, Dinas Sosial bersama tim terkait juga menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta didik. Tujuannya memastikan anak-anak dalam kondisi sehat sebelum kegiatan belajar dimulai.

"Rencananya cek kesehatan dilaksanakan setelah MPLS. Kami ingin anak-anak beradaptasi dulu, istirahat cukup, baru dilakukan pemeriksaan kesehatan," kata Subur.

Ia juga memastikan, sarana dan prasarana bangunan Sekolah Rakyat secara fungsional sudah siap digunakan. "Belum selesai seratus persen, tetapi secara fungsi beberapa fasilitas sudah bisa digunakan sehingga kegiatan belajar dapat dimulai," katanya.

Sementara itu, proses perpindahan siswa SMA dari gedung lama di Desa Tarokan ke gedung baru Plosoklaten dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.

Sejak awal, proses penjaringan calon peserta didik dilakukan dengan hati. Dinas Sosial mendatangi rumah-rumah calon siswa untuk berdialog dengan anak dan orang tua.

"Kami tidak pernah memaksa. Sejak awal kami datang ke rumah-rumah, berdialog dengan anak dan orang tua. Semua sudah memahami program ini dan bersedia mengikuti Sekolah Rakyat," katanya.

Subur juga menitipkan harapan, memohon doa dan dukungan orang tua agar anak-anak kuat, sehat, dan bisa mengikuti pendidikan dengan baik.

"Kami mohon doa dan dukungan dari para orang tua agar anak-anak diberikan kesehatan, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa mengikuti pendidikan dengan baik," katanya.

Program Sekolah Rakyat, adalah kesempatan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sesuai haknya.

Sebelumnya, seorang warga di Kabupaten Kediri, Irma menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang menindaklanjuti Program Pemerintah Pusat Sekolah Rakyat di daerah.

"Alhamdulillah, saya ikut bersyukur dengan sekolah rakyat maka sejumlah anak yang tadinya sempat putus sekolah kini berkesempatan untuk meneruskan pendidikannya," kata Irma.

Ia berharap, pemerintah bisa menambah kuota sekolah rakyat di daerah, sehingga semakin banyak anak yang terfasilitasi demi terwujudnya cita-cita mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....