Mimpi Jadi Presiden, Kelvin Anak Buruh Serabutan ingin Dirikan Sekolah Gratis
- 14 Jun 2026 18:53 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Muhammad Kelvin Andrian Maulana, lulusan terbaik angkatan pertama Tahun 2026 di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Pare, Kabupaten Kediri mengaku, tidak pernah berani mewujudkan mimpi
- Langkah kaki Kelvin menuju kampus ITS Surabaya bukan lagi sekadar perayaan atas pencapaian pribadi
- Formula intervensi sistemik PSF yang telah sukses mengubah jalan hidup Kelvin ini, siap dijadikan blueprint Nasional
RRI.CO.ID, Kediri - Tiga tahun lalu, membayangkan rumus-rumus analisis data dan dunia perkuliahan adalah hal yang terlampau mewah bagi Muhammad Kelvin Andrian Maulana (18). Lulusan terbaik angkatan pertama Tahun 2026 di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Pare, Kabupaten Kediri, yang akrab disapa Kelvin mengaku, tidak pernah berani mewujudkan mimpi luar biasanya.
Sikap rendah diri ini sempat menghampiri dirinya, karena Kelvin lahir dari keluarga prasejahtera di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Hal ini juga didasari oleh latar belakang pekerjaan kedua orang tuanya, yang menjadi buruh serabutan.
"Saya pernah mendapat hinaan dari orang di luar sana, buat apa sekolah tinggi-tinggi, mau jadi apa nanti. Apa mungkin mimpi setinggi langit bisa terwujud," ucap Kelvin, saat memberikan sambutan sebagai lulusan terbaik di sekolahnya, pada Student Graduation Angkatan Pertama SMA Dharma Wanita 1 Boarding School Pare, Kabupaten Kediri, di Convention Hall SLG, Kediri, Minggu, 14 Juni 2026.
Dari realitas ekonomi inilah, hal itu sering kali memaksa Kelvin untuk melipat mimpi dalam-dalam. Namun sekarang ini, suasananya tampak berbeda. Waktu itu, terlihat senyum bangga dan tangis haru yang tak terbendung dari wajah manis Kelvin.
Hal tersebut turut disampaikannya saat memberi sambutan di hadapan Sekretaris Kementerian Sosial RI, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan segenap jajaran, serta ratusan siswa yang lulus dari SMA Boarding School tersebut. "Saya tidak pernah menyangka dengan pencapaian ini, dan seperti bermimpi. Tapi, di sini saya mewakili teman-teman satu angkatan yang lulus, mengajak semua adik kelas untuk juga berdiri dengan kepala tegak," kata Kelvin.
Tak hanya itu, Kelvin juga berpesan kepada rekannya agar terus bersemangat serta berjuang tanpa kenal lelah demi meraih mimpi. Ia mengingatkan pula, bahwa siapa pun yang berusaha keras akan bisa keluar dari keterbatasan ekonomi.
Bagi Kelvin, jika 10 tahun mendatang, ia bisa menggapai cita-cita, maka hal itu bakal membantu keluarganya lepas dari status tidak mampu. Sebab, meskipun hidup serba kekurangan, setiap anak berhak mendapat pendidikan berkualitas.
"Buat teman-teman yang pernah hidup pas-pasan seperti saya, agar selalu yakin, selama mimpi kita positif, maka akan ada jalan dari Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Ketika ditanya apa mimpi terbesarnya, Kelvin mengaku, ingin menjadi Presiden. Hal ini akan diwujudkannya dengan lebih dulu menjadi mahasiswa di jurusan statistik bisnis Institut Teknologi 10 November ITS Surabaya.
Pada kegiatan ini, Kelvin juga sempat menyebutkan alasannya kenapa memilih jurusan statistik bisnis tersebut dan korelasinya dengan cita-cita sebagai Presiden. "Dengan menempuh pendidikan di jurusan statistik bisnis ini, ke depan saya akan memiliki data terupdate tentang seberapa banyak anak kurang mampu yang perlu mendapatkan bantuan pendidikan. Data inilah yang akan menjadi sumber resmi bagi saya untuk mendirikan sekolah gratis di pelosok nusantara, saya ingin semua anak dapat akses pendidikan yang merata dan tidak ada kesenjangan," katanya.
Keberhasilan Kelvin menembus salah satu jurusan paling kompetitif di kampus elite tersebut menjadi bukti hidup bagaimana Lighthouse School Program (LSP) Berasrama, yang dihadirkan oleh Putera Sampoerna Foundation (PSF) bersama Pemerintah Kabupaten Kediri, mampu membalikkan keadaan. Kelvin merupakan rentetan kisah nyata dari 101 siswa prasejahtera di sekolah tersebut yang berhasil membuktikan bahwa kemiskinan struktural bukanlah akhir dari segalanya.
Di sekolah berasrama ini, PSF tidak sekadar memberikan bantuan materi, melainkan membangun ulang ekosistem pendidikan dan mentalitas siswa dari ketertinggalan menjadi keunggulan. Juliana, Head of Program & GuruBinar Putera Sampoerna Foundation, mengungkapkan bahwa kisah sukses Kelvin adalah validasi terkuat dari misi sosial yang diusung oleh PSF selama lebih dari 25 tahun.
Menurutnya, pendidikan berkualitas tinggi yang menyentuh seluruh lapisan ekosistem, mulai dari tata kelola, kompetensi guru, hingga bimbingan karakter, adalah instrumen paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. "Ketika anak-anak seperti Kelvin diberikan hak dan fasilitas yang sama untuk berkembang, mereka terbukti mampu berdiri sejajar dengan lulusan terbaik dari latar belakang mana pun," kata Juliana.
Adapun, Ahmad Riziq Mubarok, S.Pd., Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, menceritakan sendiri bagaimana transformasi tersebut membentuk karakter Kelvin. Riziq menyatakan, pendampingan intensif dari PSF telah mengubah cara sekolah memantau dan melejitkan potensi setiap individu.
Melalui sistem yang terukur, anak-anak yang awalnya minder kini berubah menjadi pribadi yang berani berkompetisi di tingkat Nasional. "Selain Kelvin, anak lulusan kami juga ada yang diterima di jurusan teknik industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ada pula yang masuk di PTN lain, seperti Universitas Brawijaya Malang," kata Riziq.
Keberhasilan Kelvin menembus Statistika Bisnis ITS adalah buah dari konsistensi kultur belajar baru yang diterapkan di sekolah ini. Transformasi yang dialami Kelvin ini juga menjadi jawaban nyata atas tantangan besar pengetasan kemiskinan di daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin menegaskan, bahwa tingginya angka putus sekolah akibat himpitan ekonomi di kategori desil 1 dan desil 2 memerlukan solusi konkret seperti model sekolah berasrama ini.
"Prestasi Kelvin membuktikan bahwa intervensi bersama PSF sangat efektif memutus rantai kemiskinan secara struktural. Pemerintah daerah juga melihat pencapaian ini sebagai validasi kuat untuk mereplikasi program serupa ke jenjang pendidikan yang lebih luas," kata Solikin.
Sistem asrama yang disiplin dan suportif bentukan PSF, pada akhirnya membentuk Kelvin menjadi pribadi yang analitis, tekun, dan tangguh, merupakan karakteristik utama yang mengantarkannya lolos ke PTN ternama. Kini, langkah kaki Kelvin menuju kampus ITS Surabaya bukan lagi sekadar perayaan atas pencapaian pribadi. Keberhasilannya bersama rekan-rekan angkatan pertama yang membawa SMA Dharma Wanita 1 Pare meraih persentase kelulusan PTN tertinggi se-Kabupaten Kediri (73,21 persen via SNBT) telah menjadi babak baru bagi dunia pendidikan daerah.
Formula intervensi sistemik PSF yang telah sukses mengubah jalan hidup Kelvin ini, kini siap dijadikan blueprint Nasional. Khususnya, untuk segera direplikasi di wilayah lain, dan membawa pesan kuat bahwa setiap anak berhak atas masa depan yang gemilang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....