Potensi UMKM Lele Kabupaten Kediri Tarik Minat Serdik Sespimmen Polri
- 13 Agt 2026 21:22 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri tertarik potensi UMKM budidaya lele di Kabupaten Kediri
RRI.CO.ID, Kediri— Peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri tertarik potensi UMKM budidaya lele di Kabupaten Kediri. Hal ini karena pengembangan usaha itu sedang menghadapi tantangan seperti biaya produksi, modal, hingga pemasaran.
"Dalam kajian awal, budidaya lele di Kabupaten Kediri memiliki peluang pasar yang cukup besar. Namun, tantangan seperti biaya produksi, akses modal dan pemasaran masih menjadi bagian yang perlu diperkuat," kata Pengawas Poklat XVIII Brigjen Pol Misbahul Munauwar, pada Pembukaan Pelatihan Management Training Course (MTC) Level III Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 TA 2026, di Aula Wicaksana Laghawa Polres Kediri, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Misbachul, sektor usaha masyarakat tersebut dinilai memiliki peluang menjanjikan untuk dikembangkan. Apalagi, masih menghadapi sejumlah tantangan yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.
"Di sisi lain, pelaku usaha masih berhadapan dengan sejumlah persoalan, mulai dari harga pakan, permodalan hingga pemasaran," katanya.
Untuk itu, jelas Misbachul, kondisi tersebut menjadi fokus penelitian Serdik Sespimmen Polri melalui Management Course (MTC) Level III di wilayah hukum Polres Kediri, Polda Jatim. Adapun kegiatan berlangsung pada tanggal 13-14 Agustus 2026.
"Kemudian, dilanjutkan Forum Group Discussion (FGD) bersama stakeholder sebelum turun langsung ke lokasi UMKM budidaya lele untuk melakukan penelitian," ungkapnya.
Terkait MTC Level III, tambah Misbachul, mengangkat fokus pemberdayaan UMKM guna mendukung ekonomi yang produktif dan inklusif dalam rangka terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penelitian diarahkan untuk melihat potensi sekaligus persoalan yang dihadapi pelaku UMKM lele secara langsung.
"MTC Level III menjadi kesempatan bagi Serdik untuk menguji kemampuan analisis melalui persoalan nyata di lapangan," ujarnya.
Ia mengemukakan, semakin luas keterlibatan stakeholder, akan dibutuhkan kemampuan koordinasi dan orkestrasi lintas sektor. Bahkan termasuk, dengan pembagian peran yang tetap berada pada kewenangan masing-masing.
"Bagi masyarakat Kediri, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan pelaku UMKM. Hal ini membuka ruang untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perbankan, dinas teknis maupun stakeholder lainnya," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif menyampaikan, apresiasi atas dipilihnya Polres Kediri sebagai lokasi MTC Level III. Ia berharap rangkaian penelitian berjalan lancar dan menghasilkan kajian yang bermanfaat.
"Selamat datang di Polres Kediri dan selamat melaksanakan kegiatan," kata Latif.
Ia berharap, seluruh rangkaian penelitian berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik. Lalu, ditargetkan apa yang dilakukan itu uga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Melalui penelitian langsung di lapangan, potensi dan persoalan UMKM lele di Kabupaten Kediri diharapkan dapat dipotret secara lebih nyata," katanya.
Ke depan, yakin Latif, temuan dari kegiatan ini selanjutnya menjadi bahan untuk melihat langkah penguatan usaha masyarakat yang lebih tepat dan dapat diterapkan secara lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....