Listrik Padam Bergilir di Kediri, UMKM Mengeluh Omzet Turun hingga 40 Persen
- 20 Jun 2026 16:23 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Sejumlah warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota dan Kabupaten Kediri mengeluhkan pemadaman listrik bergilir
- Masyarakat juga kecewa dengan pemadaman listrik yang terjadi, saat berlangsungnya pertandingan Piala Dunia 2026
- Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, warga juga mengaku keberatan jika harus membeli genset sebagai alternatif sumber listrik karena harganya yang relatif mahal
RRI.CO.ID, Kediri – Sejumlah warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota dan Kabupaten Kediri mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Pemadaman tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga memicu gangguan di ruang publik. Salah satunya adalah kemacetan arus lalu lintas akibat lampu lalu lintas di sejumlah titik yang ikut padam.
Ketua RW 01 Kelurahan Campurejo, Kota Kediri, sekaligus pelaku UMKM jamu tradisional, Mohamad Rofiq, menyampaikan bahwa kondisi ini sangat merugikan pelaku usaha kecil. Apalagi, sebelum ini warganya sempat mengalami kesulitan air bersih dan akhirnya bisa mendapat bantuan dropping air dari Pemkot Kediri.
"Pemadaman listrik yang terjadi secara bergantian sudah berlangsung sejak sekitar satu minggu terakhir ini, kami sangat terdampak," kata Mohamad Rofiq, Sabtu, 20 Juni 2026.
Akibat kondisi tersebut, sedikitnya belasan pelaku UMKM di Kelurahan Campurejo mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.
"Omzet turun sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal," ujar Rofiq.
Ia menambahkan, sejumlah pelaku usaha bahkan terpaksa menghentikan sementara aktivitas produksi dan penjualan karena keterbatasan listrik.
Rofiq mengaku, dirinya bersama pelaku usaha makanan beku lainnya memilih meliburkan usaha sementara waktu sambil menunggu kondisi listrik kembali stabil.
Sementara itu, keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Ricki Anggoro.
Ia mengaku kecewa dengan pemadaman listrik yang terjadi, terlebih berlangsung di momen berlangsungnya pertandingan Piala Dunia 2026.
"Hari ini pemadaman listrik terjadi sejak pagi hari, dan itu membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas normal. Bahkan termasuk saya pecinta sepak bola, jadi tidak bisa menikmati siaran pertandingan Piala Dunia secara maksimal,|" kata Ricki.
Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pemadaman listrik bergilir tidak kembali terjadi.
Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, warga juga mengaku keberatan jika harus membeli genset sebagai alternatif sumber listrik karena harganya yang relatif mahal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....