Keyakinan dan Ketakwaan Manusia Menentukan Algoritma Allah
- 31 Jul 2026 13:27 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Keyakinan dan Ketakwaan Manusia Menentukan Algoritma Allah
- Manusia harus berinvestasi pada kesalehan spiritual demi mendapatkan FYP terbaik di hadapan Allah SWT
RRI.CO.ID, Kediri – Keyakinan dan ketakwaan manusia akan sejalan dengan bagaimana ‘Algoritma Allah’ yang mampu membaca, memetakan, dan menyediakan apa saja yang dibutuhkan umat-NYA. Jika teknologi buatan manusia saja memiliki sistem kerja yang begitu presisi, maka alam semesta pun dikendalikan oleh sebuah sistem rohani yang jauh lebih sempurna.
Melalui Kajian Jum’at pagi di Kelurahan Setonogedong, Kota Kediri, Ustaz Mansur, S.T., M.T., menyampaikan bahwa layaknya kecepatan dan ketepatan algoritma media sosial, kehidupan manusia pada hakikatnya tidak pernah lepas dari kepastian hukum sebab-akibat yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.
| Baca juga: Khatib Jumat Ajak Jamaah Mengingat Kematian. |
“Dalam kehidupan sehari-hari, setiap tindakan, niat, dan lintasan hati manusia merupakan bentuk input data yang terus-menerus dikirimkan ke semesta,” ujar Ustaz Mansur yang merupakan Pengasuh Majelis Ta'lim Nur Arofah Kota Kediri, Jum’at pagi. Ditambahkannya, input kemudian diproses oleh sistem keadilan Tuhan untuk menghasilkan output berupa takdir dan bentuk balasan lainnya.
Sebagai seorang akademisi berlatar belakang teknik sekaligus pemuka agama, Ustaz Mansur menjelaskan bahwa kunci utama mengaktifkan ‘Algoritma Allah’ yang penuh dengan keberkahan dan kemudahan adalah kualitas keyakinan dan ketakwaan setiap individu. Ketika umat Muslim memperkuat iman dan takwa, sistem ilahi secara otomatis akan mengondisikan semesta untuk membantunya.
“Seperti janji Allah, jalan keluar dari setiap masalah hidup dan rezeki yang tidak disangka-sangka selalu diprioritaskan bagi mereka yang bertakwa dengan segala bentuk iktiar yang ada,” ucap Ustaz Mansur. Menurutnya, Secara teknis spiritual, keyakinan bertindak bagaikan kode program dasar yang memperjelas arah serta tujuan hidup agar tetap berada di jalur yang benar.
Iman dan takwa berfungsi sebagai sistem penyaring atau filter mandiri yang menjaga manusia dari berbagai eror kehidupan, seperti kemaksiatan dan keputusasaan. Kolaborasi antara iman dan takwa manusia inilah yang memicu akselerasi datangnya pertolongan Allah dalam bentuk apapun yang sering kali di luar nalar maupun logika manusia.
Di akhir segmen kajian, Ustaz Mansur mengajak masyarakat untuk tidak sekadar sibuk mengejar popularitas dan kepuasan algoritma digital buatan manusia yang sifatnya semu dan sementara. Jauh lebih penting dari itu, manusia harus mulai berinvestasi pada kesalehan spiritual demi mendapatkan FYP (red. For You Page) terbaik di hadapan Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....