Al-Qur’an Menjadi Jalan Meraih Ketenangan
- 19 Agt 2026 10:57 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri — Kebahagiaan dan ketenangan menjadi sesuatu yang pada hakikatnya dicari setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Namun, dalam perjalanan hidup, seseorang tidak selalu berada dalam kondisi tenang. Rasa resah, galau, bingung hingga takut dapat muncul ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Mansur, Pengasuh Majlis Ta’lim Nur Arofah, Kota Kediri, dalam Kajian Mutiara Pagi edisi Rabu, 19 Agustus 2026 di RRI Kediri. Menurutnya, keresahan merupakan bagian dari kehidupan manusia, tetapi cara seseorang menghadapinya akan menentukan apakah dirinya memperoleh ketenangan atau justru semakin merasakan kekosongan dalam hati.
Ustaz Mansur menjelaskan, kebahagiaan yang dicari manusia hendaknya ditempuh dengan cara yang baik dan sesuai dengan syariat. Sebaliknya, jika kebahagiaan dicari melalui cara yang salah, kesenangan yang diperoleh tidak akan mampu mengisi kekosongan batin secara sempurna.
Menurutnya, Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada manusia melalui Al-Qur’an yang diturunkan melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman, termasuk dalam menentukan cara yang benar untuk mencari kebahagiaan dan menjalani kehidupan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari. Ustaz Mansur menyebut, membaca Al-Qur’an dapat menjadi salah satu jalan untuk menenangkan hati. Bahkan, ketika membaca Al-Qur’an, seorang muslim pada hakikatnya sedang berdialog dengan Allah SWT melalui firman-Nya.
Setelah hati menjadi lebih tenang, seseorang diharapkan mampu berpikir lebih jernih ketika menghadapi berbagai persoalan. Karena itu, Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dibaca, tetapi juga dijadikan petunjuk dan rujukan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam memahami perkara yang halal dan haram, serta membedakan kewajiban yang harus dikerjakan dan hal-hal yang harus ditinggalkan.
Ustaz Mansur juga mengingatkan agar masyarakat tidak merasa minder untuk belajar membaca Al-Qur’an meskipun masih terbata-bata. Orang yang membaca Al-Qur’an dengan kesulitan, menurutnya, tetap memperoleh pahala membaca sekaligus pahala karena belajar Al-Qur’an.
Ia menambahkan, membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an tidak harus selalu dimulai dengan jumlah yang banyak. Membaca satu ayat tetapi dilakukan secara istiqomah juga dapat menjadi bagian dari upaya menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam kehidupan.
Dengan istiqomah membaca dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, hati diharapkan semakin terbuka untuk menerima petunjuk Allah SWT. Pada akhirnya, kehidupan tidak hanya diarahkan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia, tetapi juga keberkahan dan bekal menuju akhirat serta memperoleh husnul khatimah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....