FOMO dan FOPO Ganggu Ketenangan Hati Muslim
- 11 Jul 2026 08:00 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People's Opinions (FOPO) menjadi tantangan baru bagi umat Islam di era digital. Kemudahan mengakses media sosial ternyata juga membawa dampak berupa kecemasan sosial, rasa tidak puas, hingga ketergantungan terhadap penilaian orang lain.
Hal tersebut disampaikan Ustaz M. As'ad Efendy, pengasuh Majelis Ta'lim Masjid At Taqwa Tirtoudan, Kota Kediri, dalam kajian di RRI, Sabtu, 11 Juli 2026. Menurutnya, kebiasaan membuka media sosial sejak bangun tidur hingga menjelang tidur menjadi salah satu pemicu munculnya FOMO dan FOPO.
Ia menjelaskan bahwa FOMO adalah rasa ketakutan akan tertinggal sebuah tren, barang, dari orang lain. Hal ini membuat seseorang merasa takut tertinggal dari orang lain sehingga terus mengikuti tren, membeli barang demi pengakuan, atau terus-menerus membandingkan hidupnya dengan apa yang dilihat di media sosial. Sementara FOPO adalah kecemasan atau ketakutan akan penilaian, kritik dan pandangan orang lain. Hal ini membuat seseorang lebih takut terhadap penilaian manusia daripada menjalankan nilai-nilai agama.
"FOMO itu berakar dari ketidakpuasan hati terhadap apa yang tidak dimiliki, sedangkan FOPO membuat kita lebih sibuk mencari validasi manusia daripada ridha Allah," ujar Ustaz M. As'ad Efendy.
Dalam kajian tersebut, ia mengutip Surah Al-An'am ayat 116 sebagai pengingat bahwa mengikuti kebanyakan orang belum tentu membawa kepada kebenaran. Ia juga mengingatkan pesan dalam QS Thaha ayat 131 agar tidak terus-menerus memandang kenikmatan yang dimiliki orang lain karena dapat memunculkan rasa iri dan menghilangkan syukur.
Sebagai solusi, Ustaz As'ad mengajak jamaah menanamkan sifat qana'ah dengan meyakini bahwa rezeki setiap manusia telah dijamin Allah. Selain itu, ia mendorong pengendalian diri melalui pembatasan penggunaan media sosial atau digital detoks agar hati tidak terus-menerus dipenuhi standar kehidupan yang semu.
"Jadikan FOMO menjadi haus terhadap kebaikan. FOMO untuk bersedekah, mengikuti kajian, dan berlomba dalam amal saleh. Yang harus kita utamakan adalah ridha Allah, bukan penilaian manusia," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....