Pentingnya Menjauhi Penyakit Iri Hati
- 06 Jul 2026 22:58 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Menjauhi penyakit iri hati merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kebersihan hati dan membangun kehidupan yang lebih damai. Sikap iri terhadap pencapaian atau keberhasilan orang lain dapat mengikis rasa syukur serta memunculkan berbagai perilaku negatif. Karena itu, setiap individu dianjurkan untuk terus melatih diri agar mampu menerima dan mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan pengasuh Ta'lim Nur Arafah, Ustaz Mansur, dalam dialog Mutiara Pagi di RRI Kediri, menurutnya, penyakit iri hati berawal dari kurangnya rasa syukur terhadap rezeki dan ketentuan Allah. Ketika seseorang tidak mampu menerima apa yang dimilikinya, ia akan cenderung membandingkan diri dengan orang lain hingga muncul rasa iri.
"Awal mulanya penyakit hati berasal dari hati yang tidak bersyukur atas apa pun yang diberikan oleh Allah," ujar Ustaz Mansur, Senin 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dengan menerima setiap nikmat, sekecil apa pun, serta menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.
Menurutnya, seseorang yang selalu bersyukur akan lebih mudah merasakan ketenangan hidup. Sebaliknya, iri hati hanya akan membuat seseorang merasa tidak pernah cukup, meskipun telah memiliki banyak nikmat. Kondisi tersebut dapat memicu kegelisahan, permusuhan, hingga merusak hubungan dengan sesama.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki jalan hidup, rezeki, dan ujian yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, tidak tepat jika seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Yang lebih penting adalah berusaha semaksimal mungkin, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
| Baca juga: Jauhi Lima Kegelapan, Manusia agar Selamat |
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi, bukan sebagai alasan untuk merasa iri. Dengan demikian, seseorang dapat terdorong untuk meningkatkan kualitas diri melalui usaha yang positif tanpa harus mengurangi rasa hormat atau kebahagiaan atas pencapaian orang lain.
Selain memperbanyak rasa syukur, umat Islam rutin memperkuat ibadah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, serta menjaga pergaulan dengan lingkungan yang baik. Kebiasaan tersebut diyakini dapat membantu membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, termasuk iri, dengki, dan hasad.
Melalui dialog Mutiara Pagi, Ustaz Mansur berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai bagian dari keimanan. Dengan menumbuhkan rasa syukur dan menjauhi iri hati, setiap orang diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih tenang, harmonis, serta penuh keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....