Tiga Kata yang Menyelamatkan saat Tak Satupun Menolong
- 05 Jul 2026 12:52 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Tiga Kata yang Menyelamatkan saat Tak Satupun Menolong
- Tiga kata penyelamat Hasbunallah wa ni’mal wakil mengajarkan umat Muslim untuk melepaskan segala ketergantungan pada kekuatan manusia yang sarat akan kelemahan
RRI.CO.ID, Kediri – Tiga kata yang akan menyelamatkan saat berada dalam situasi sangat sulit dan tidak ada satupun manusia yang dapat menolong adalah keutamaan mengamalkan kalimat zikir Hasbunallah wa ni’mal wakil. Tiga kata Arab ini memiliki kekuatan luar biasa saat semua jalan keluar dan pintu solusi terasa sudah tertutup.
“Tiga kata penyelamat, Hasbunallah wa ni’mal wakil, memiliki arti cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Dia adalah sebaik-baiknya Pelindung,” kata Ustaz Muhammad Assad, Dai Nasional dan Pembicara Internasional, Minggu, 5 Juli 2026. Disampaikannya, Allah adalah penolong pertama saat manusia didera masalah.
Tiga kata penyelamat Hasbunallah wa ni’mal wakil mengajarkan umat Muslim untuk melepaskan segala ketergantungan pada kekuatan manusia yang sarat akan kelemahan. Mengembalikan segala urusan dan permasalahan hidup dengan meyakini perlindungan Allah yang Maha kuasa adalah jalan terbaik.
Selain menenangkan hati dan pikiran, kalimat zikir Hasbunallah wa ni’mal wakil yang merupakan doa tawakal dari Surah Ali Imran ayat 173 ini membuktikan tingkat tawakal seseorang. Tiga kata penyelamat ini juga dianjurkan untuk dibaca secara rutin terutama saat memiliki hajat besar dengan tujuan untuk memohon perlindungan.
“Tiga kata Hasbunallah wa ni’mal wakil pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim AS ketika dilempar ke kobaran api oleh Raja Namrud. Dengan keyakinan dalam kalimat zikir ini, Allah pun menyelamatkan Nabi Ibrahim dengan menjadikan api itu dingin,” ujar Ustaz Assad, sapaan akrabnya, melalui unggahan reel di Official Instagram pribadinya, @muh_assad, Minggu pagi.
Dalam kehidupan modern saat ini, manusia cenderung memilih layar ponsel untuk mencurahkan segala isi hati saat menghadapi masalah. Tanpa disadari, media sosial seolah telah mengubah prinsip dimana pertolongan Allah bukan lagi menempati prioritas utama dan berpotensi menjauhkan manusia dari pencipta-NYA.
“Hati yang bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT akan selalu mendatangkan ketenangan sejati. Hal ini menjadi benteng tauhid yang memalingkan rasa takut kepada makhluk, memunculkan kepasrahan penuh dan keyakinan total atas pertolongan-NYA,” ucap Ustaz Assad yang juga merupakan Penulis Buku Bestseller Motivasi Islam ‘Sedekah Super Stories’.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....