Fenomena 'Ghirah dan Dayyuts' di Kalangan Para Pemimpin Keluarga

  • 04 Jun 2026 11:39 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Fenomena 'Ghirah dan Dayyuts' di Kalangan Para Pemimpin Keluarga
  • Fenomena 'Ghirah dan Dayyuts' dalam Kehidupan Modern

RRI.CO.ID, Kediri – Dua bentuk fenomena ‘Ghirah dan Dayyuts’ sangat berpotensi terjadi pada kalangan para pemimpin keluarga dalam kehidupan era modern. Hal ini disampaikan dalam Program Syi’ar Islam ‘Mutiara Pagi’ edisi Kamis, 4 Juni 2026, oleh Ustaz Akhid Nasrullah, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Arifin, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Disampaikannya, kepedulian dan kepekaan suami dalam mendidik dan mengarahkan keluarganya disebut dengan ghirah. “Tugas suami sebagai pemimpin keluarga adalah memberikan kenyamanan dan memastikan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, istri dan anak-anak, terhindari dari azab,” kata Ustaz Akhid dalam sesi mukadimah singkatnya.

Lebih lanjut Ustaz Akhid turut menyebut fenomena dayyuts yang juga banyak terjadi pada laki-laki yang telah berkeluarga. “Ketika seorang suami acuh, tidak peduli terhadap anak istri, dan menormalisasi segala kemaksiatan yang terjadi dalam keluarganya, hal semacam ini disebut dengan dayyuts,” ujar Ustaz Akhid, Kamis pagi.

Menurutnya, seorang pemimpin keluarga yang bersifat ghirah akan sangat peka jika ada sesuatu kejanggalan yang menimpa istri maupun anak-anaknya. “Sifat ghirah yang dimiliki oleh seorang suami dapat dilihat dari seberapa kuat radar kepekaannya terhadap apapun yang terjadi pada keluarganya,” ucap Ustaz Akhid.

Sebaliknya, sifat dayyuts ujarnya, terlihat manakala seorang suami tidak lagi memiliki rasa cemburu, kehilangan perhatian, dan tidak menunjukkan kepedulian atas hal-hal penting yang terjadi pada lingkup keluarganya. Ia cenderung melakukan pembiaran, memaklumi, menormalisasi dan bahkan menutup mata meskipun keluarganya melakukan perbuatan yang melanggar syariat.

Sifat ghirah dibangun melalui serangkaian proses mental yang dilakukan sedari muda melalui banyak hal-hal penting, seperti memperdalam ajaran agama, melakukan refleksi dan perenungan diri, menjaga harga diri dan kehormatan, berpikiran visioner, hingga menyelami hakikat kehidupan dengan makna-makna ideal. Di akhir ceramahnya, Ustaz Akhid kembali mengajak masyarakat khususnya para pemimpin keluarga untuk berlomba-lomba memelihara sifat ghirah dan menghindari dayyuts.

“Ada tiga orang yang terhalang masuk surga, yakni mereka yang suka minum minuman keras atau mabuk-mabukan, durhaka pada orang tua, dan suami dayyuts,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....