Menyambut dan Mempersiapkan Masa Depan yang Pasti Terjadi

  • 08 Mei 2026 07:23 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Menyambut dan Mempersiapkan Masa Depan Pasti
  • Menyambut dan Mempersiapkan Kematian
  • Mutiara Pagi Berjaringan Korwilnus X Jatim

RRI.CO.ID, Kediri – Saat ini Indonesia dihadapkan pada banyaknya ketidakpastian, seperti persoalan ekonomi, sosial, politik, dampak konflik Timur Tengah, dan masih banyak lagi. Di tengah ketidakpastian yang terjadi, manusia dihimbau untuk mengingat satu masa depan yang pasti terjadi, yakni kematian yang niscaya harus disambut dan dipersiapkan oleh umat Muslim.

Melalui Program ‘Mutiara Pagi’ Berjaringan se-Korwilnus X Jatim, Jum’at, 8 Mei 2026, Ustaz Nur Adi Septanto, Sekretaris PW PERSIS Jawa Timur mengatakan bahwa kematian adalah masa depan yang pasti terjadi. “Melihat banyaknya euforia orang yang merayakan ulang tahun padahal usianya berkurang, pertanyaannya apakah ia sudah siap dengan kematian?,” kata Ustaz Adi, sapaan akrabnya.

“Kematian adalah masa depan terdekat, terpasti. Yang terjauh adalah masa lalu dan akan kita tinggalkan,” ujar Ustaz Adi melalui mukadimahnya. “Selain menganugerahkan banyak hal di dunia, Allah telah menyiapkan akhirat dimana tempat manusia mempertanggungjawabkan semua perbuatan di dunia. Inilah landasan kita mempersiapkan kematian,” ucapnya.

Dalam upaya menyambut dan mempersiapkan masa depan yang sudah pasti terjadi, yakni kematian, seluruh umat Muslim akan dihadapkan pada banyaknya tantangan berupa ujian. Hidup adalah serangkaian ujian dan Allah SWT tidak akan membiarkan manusia beriman secara lisan tanpa dibuktikan dengan melewati ujian.

Semakin baik kualitas keimanan dan ketakwaan sesorang, maka tingkatan ujian yang akan diberikan oleh Allah SWT juga semakin berat. Jangankan manusia biasa, para nabi yang memiliki kedudukan mulia dan sangat dicintai Allah SWT memiliki serangkaian ujian kehidupan yang luar biasa berat.

“Dalam Surah Al-Imron disebutkan, semua yang bernyawa akan mati. Semua yang ingkar terhadap rahmat dan petunjuk Allah, akan mengalami tekanan kematian yang luar biasa,” kata Ustaz Adi seraya menambahkan bawa manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, mereka akan mendapatkan panggilan dari Allah dengan suara yang sangat lembut dan indah.

Melalui closing statement singkatnya, Ustaz Adi mengajak masyarakat berlomba menuju ampunan Allah selama masih diberikan kesempatan memperbaiki dan mengevaluasi diri. “Manusia diliputi dengan nafsu, jika tidak dikendalikan maka akan lebih hina dari binatang. Mengingat kematian menjadikan manusia bertobat dan fokus meningkatkan ibadah,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....