Mengetuk Pintu Kehadiran Sepuluh Hari Terawal Bulan Dzulhijjah
- 23 Mei 2026 14:54 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Mengetuk Pintu Kehadiran Sepuluh Hari Terawal Bulan Dzulhijjah
- Momentum Melipatgandakan Amal dan Ibadah
RRI.CO.ID, Kediri – Mengetuk pintuk kehadiran sepuluh hari terawal Bulan Dzulhijjah sebagai hari-hari yang paling dicintai oleh Allah dapat dilakukan dengan memperbanyak amal saleh. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Muhammad Fathi Bin Muhammad Yunus dalam kutbah Jum’at di Masjid Kota Iskandar, Johor Bahru, Malaysia, 22 Mei 2026.
Keagungan 10 hari terawal digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui hadis riwayat Al-Bukhari, dimana ganjaran amalan saleh mampu mengatasi pahala jihad dari Allah, kecuali bagi mereka yang syahid dan mengorbankan seluruh hartanya. Salah satu keistimewaan awal Dzulhijjah terletak pada janji Allah demi sepuluh malam tertuang dalam Surah Al-Fajr.
“Masa paling utama terletak pada waktu siang di sepuluh hari awal Dzulhijjah dan lebih utama daripada waktu siang pada sepuluh hari Ramadan,” kata Ustaz Fathi memasuki sesi pertengahan khotbahnya. “Masa ini menjadi istimewa karena menghimpun seluruh ibadah paling besar, yakni salat, puasa, sedekah, haji, dan kurban,” ujarnya, Jum’at siang.
Mengetuk pintu kehadiran sepuluh hari terawal Dzulhijjah dapat dilakukan dengan menyambut dan menghidupkan hari-hari istimewa bagi umat Islam, seperti melakukan puasa sunat (red. berpuasa dari satu hingga sembilan Dzulhijjah memasuki Hari Arafah), memperbanyak zikir, membaca doa khusus awal bulan, dan melaksanakan ibadah kurban.
Menunaikan ibadah haji dan umrah merupakan ibadah paling utama yang dapat dilakukan pada sepuluh hari Dzulhijjah bagi umat Islam yang mampu. Sementara itu, bersedekah dan banyak berbuat kebaikan dalam membantu fakir miskin sangat dianjurkan karena pahala kebaikan dilipatgandakan.
Bagi umat Muslim yang berniat untuk melaksanakan ibadah kurban, terdapat juga sunnah tambahan yakni tidak memotong rambut dan kuku sejak satu Dzulhijjah hingga hewan qurban selesai disembelih. Selain itu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak salat sunnah seperti Tahajjud dan Dhuha, serta bertobat nasuha juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
“Menjumpai sepuluh hari terawal bulan Dzulhijjah merupakan kesempatan emas yang dihadiahkan oleh Allah SWT. Tidak ada kebaikan yang lebih dicintai oleh Allah daripada amal saleh yang dilakukan di hari-hari ini. Mari kita jadikan momentum ini untuk melipatgandakan ibadah kita,” ucap Ustaz Fathi mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....