Berbuat Kebaikan karena Modus Lillahi Ta’ala Berharap Rida Allah

  • 26 Apr 2026 09:34 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ikhlas Berbuat Kebaikan
  • Modus Lillahi Ta’ala adalah Modus Terbaik

RRI.CO.ID, Kediri – Di antara banyaknya perbuatan baik yang disertai dengan modus atau niatan tersendiri, modus Lillahi Ta’ala diyakini sebagai modus terbaik karena hanya berharap rida Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh Ustazah Dr. Reky Lidyawati, M.Pd.I, Dosen Universitas Abdurrahman Saleh, Situbondo, Jawa Timur, Minggu, 26 April 2026.

Melalui Syi’ar Islam dalam Program ‘Mutiara Pagi’ Pro 1 RRI Kediri, Ustazah Reky, sapaan akrabnya, ia mengatakan bahwa mengikhlaskan setiap kebaikan semata-mata hanya untuk rida Allah adalah segalanya. “Niatkan seluruh kebaikan hanya kepada Allah. Tetap pegang syari’at ketika melakukan kebaikan,” kata Ustazah Reky melalui mukadimah singkatnya.

Lillahi Ta’ala dalam Islam merupakan bentuk keikhlasan level tertinggi dimana fokus utama manusia adalah Allah sebagai saksi tunggal atas segala amalan baik. Berbuat kebaikan dengan modus Lillahi Ta’ala berarti melakukan segala sesuatu tanpa embel-embel kepentingan duniawi, pencitraan belaka, dan pujian dari manusia.

“Kelapangan hati dan kelapangan jiwa akan membangkitkan good mood kepada kita dalam tetap melakukan kebaikan apapun itu, mulai dari menuntut ilmu, menikah, semua diniatkan Lillahi Ta’ala,” ujar Ustazah Reky di pertengahan tausiyah Islamnya.

Menurutnya, seseorang yang ikhlas beramal baik tidak akan peduli apakah tindakannya diketahui orang lain atau tidak. Modus Lillahi Ta’ala adalah tentang bagaimana umat Muslim membersihkan hati agar setiap gerak-gerik menjadi ibadah yang bernilai bagi Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain melalui pemberian bantuan apapun, seperti tenaga, harta, hingga menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain. Tantangan terbesar di era digital saat ini adalah jebakan riya (red. pamer) terutama melalui platform media sosial.

Kadang niat tulus bisa bergeser menjadi haus validasi atau pujian melalui likes dan shares. “Yang harus diingat adalah Lillahi Ta’ala, dalam artian satu-satunya validasi terpenting adalah yang datang dari Allah SWT,” ucap Ustazah Reky, Minggu pagi.

Setiap kebaikan yang dilakukan oleh umat Islam, sekecil biji buah-buahan sekalipun, tidak akan pernah menjadi sia-sia di sisi Allah SWT. Setiap langkah kebaikan yang diniatkan sebagai perwujudan ibadah kepada Allah akan melahirkan kembali kebaikan dan mengubah lelah menjadi lillah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....