Bapanas dan Pemkot Kediri Sidak Pasar, Harga Beras Premium Rp14.900/Kg

  • 10 Sep 2026 21:07 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Pemerintah Kota Kediri menggelar Pengawasan Harga dan Mutu Beras Tahun 2026
  • Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah menyiapkan intervensi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan menggandeng produsen beras

RRI.CO.ID, Kediri – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Pemerintah Kota Kediri menggelar Pengawasan Harga dan Mutu Beras Tahun 2026, Kamis, 10 September 2026. Sidak dilakukan di Pasar Setono Betek dan Hypermart dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Masing-masing, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Satgas Pangan Polres Kediri, serta Perum Bulog Kediri. Pengawasan ini bertujuan memastikan stabilisasi harga, ketersediaan, mutu, serta kelancaran distribusi beras di Kota Kediri.

Analis Ketahanan Pangan Madya Bapanas RI, Asep Herdiana menyampaikan, hasil pengawasan menunjukkan kondisi penjualan beras di Kota Kediri aman.

"Setelah kita melihat dari sisi harga dan ketersediaan di Pasar Setono Betek dan Hypermart, stok, harga, dan arus distribusi aman. Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET), semuanya masih dalam batas yang aman, baik beras SPHP maupun premium," jelas Asep.

Asep menambahkan, harga beras premium di Kediri masih berada pada batas HET yakni Rp14.900 per kilogram. Angka ini relatif lebih terkendali dibanding sejumlah daerah lain yang mengalami kecenderungan peningkatan harga. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan akibat faktor produksi maupun distribusi.

"Sebelumnya, keterbatasan stok sempat terjadi karena musim kemarau berdampak pada penurunan hasil panen," katanya.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah menyiapkan intervensi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan menggandeng produsen beras untuk menyediakan komoditas dengan harga maksimal sesuai HET.

"Kita harapkan di Kota Kediri tidak ada gejolak. Untuk bulan depan, dari sisi produksi dan ketersediaan masih cukup. Yang perlu kita lihat adalah distribusinya. Insya Allah tidak ada kelangkaan dan harganya tetap stabil," ujar Asep.

Kepala Disperdagin Kota Kediri, Bagus Alit, mengatakan pengawasan hari ini menyasar 4 kios beras di Pasar Setono Betek. Hasilnya semua aman dari sisi harga, kualitas, kemasan, dan stok.

"Intinya hari ini kami melakukan sidak kepada pedagang pasar di Setono Betek. Ada empat kios yang kami cek dan hasilnya alhamdulillah aman. Dari sisi harga Rp14.900 per kilogram, kemudian kualitas dan kemasannya juga sudah dicek oleh Bapanas dan semuanya aman," kata Bagus Alit.

Selain sidak, Pemkot Kediri juga rutin memantau harga lewat website S-Degan dan Siska Perbapo agar informasi lebih transparan. Jika terjadi gejolak, Pemkot siap bekerja sama dengan Bulog untuk Operasi Pasar Murni.

"Imbauan kami kepada masyarakat, belanja dengan bijak dan jangan menimbun, karena stok beras saat ini masih aman," kata Bagus.

Apresiasi datang dari warga Kediri, Wiwin. Ia mengaku tenang dengan adanya pengawasan ini."Saya sebagai ibu rumah tangga merasa terbantu. Dengan adanya sidak dari Bapanas dan Pemkot, kita jadi yakin harga beras di pasar dipantau. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar harga tidak naik tiba-tiba," kata Wiwin.

Dari sisi pedagang, Sugeng pedagang beras di Pasar Setono Betek mengaku distribusi kini lebih lancar."Sekarang sudah bisa masuk ke distributor, jadi saya tidak membeli di toko-toko besar dan bisa mengikuti HET. Kulakan Rp74.000 per lima kilogram, saya jual Rp74.500 per lima kilogram atau sesuai HET," kata Sugeng.

Ia berharap, pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi pedagang dalam penetapan HET agar ada ruang keuntungan yang lebih baik. Namun ia menilai kelancaran jalur distribusi saat ini sudah memberikan dampak positif bagi pedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....