Pasokan Turun Drastis, Harga Cabai di Pasar Induk Pare Naik
- 09 Agt 2026 22:22 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri mengalami kenaikan
RRI.CO.ID, Kediri - Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri mengalami kenaikan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kenaikan dipicu oleh turunnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil.
Data dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia APCI Kabupaten Kediri mencatat pasokan cabai rawit merah CRM hanya 10 ton. Jumlah itu turun 71,4 persen dari pasokan normal 35 ton.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono menyatakan, penurunan pasokan terjadi di hampir semua jenis cabai. Hal ini berdampak langsung pada harga di tingkat pedagang.
| Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Pare Turun |
"Pasokan CRM, CMB, dan CMK memang berkurang dibanding hari normal. Untuk CRM dari 35 ton jadi 10 ton. Karena barang sedikit, otomatis harga naik," ujar Suyono.
Berdasarkan data APCI, harga CRM Brengos 99 naik Rp 10.000 menjadi Rp 38.000 per kg. Asmoro 043 naik Rp 9.000 menjadi Rp 36.000 per kg. Sementara Prentol dan Juwita naik Rp 2.000 hingga Rp 4.000.
Untuk cabai merah besar CMB, pasokan tercatat 5 ton dari normal 18 ton atau turun 72,2 persen. Harga Gada EVO naik Rp 4.000 jadi Rp 28.000. Mola F1 naik Rp 5.000 jadi Rp 27.000.
Cabai merah keriting CMK juga mengalami hal sama. Pasokan hanya 1,5 ton dari normal 10 ton. Turun 85 persen. Harga Bos F1 dan SBAD 46 sama-sama naik Rp 7.000 menjadi Rp 30.000 dan Rp 28.000 per kg.
Suyono menjelaskan, asal pasokan cabai di Pasar Induk Pare berasal dari Kediri, Malang, Blitar dan sebagian dari Jawa Tengah untuk CRM. Penurunan pasokan terjadi karena cuaca dan masa panen yang belum merata.
"Sebagian pasokan juga terserap industri dan dikirim ke luar Jawa. CRM 2 ton ke industri, 3 ton ke Kalimantan. Jadi yang masuk pasar tradisional makin sedikit," jelas Suyono.
Suyono mengimbau, kalangan petani untuk tetap menjaga kualitas panen dan pemerintah daerah membantu kelancaran distribusi. Ia berharap dalam satu hingga dua minggu ke depan pasokan bisa kembali normal sehingga harga stabil.
Kenaikan harga ini langsung dirasakan pembeli, Suminah, warga Kota Kediri yang setiap hari belanja cabai untuk kebutuhan warung makan.
"Ya mau gimana lagi, harga cabai rawit sekarang mahal. Biasanya 25 ribu, sekarang 36 ribu, tapi ya tetap beli karena buat masak sehari-hari," kata Suminah.
Meski harga naik, Suminah berharap, pasokan bisa segera normal kembali agar harga turun. Ia mengaku mulai mengurangi jumlah pembelian untuk menekan biaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....