Stabilisasi Pangan, GPM Kembali Hadir di Kabupaten Kediri
- 07 Sep 2026 16:15 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Pemerintah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Kediri sebagai bagian dari upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026, di Halaman Kantor Kecamatan Ngasem tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, termasuk beras SPHP dan minyak goreng.
GPM digelar melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dengan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Dinas Perkebunan, Perum Bulog, PT PPI, PG Pesantren Baru, DKPP Kabupaten Kediri, Pemerintah Kecamatan Ngasem, serta pelaku UMKM lokal.
Ketua Tim Distribusi Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Endah Nora Susanti, mengatakan GPM merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus mendekatkan akses pangan kepada masyarakat. Sejumlah komoditas dalam kegiatan tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar dan tidak melampaui ketentuan harga eceran tertinggi.
“GPM ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Selain menjaga stabilisasi pasokan dan harga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pangan kepada konsumen,” ujarnya.
Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain minyak goreng seharga Rp15.500 per liter, beras premium Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 untuk kemasan lima kilogram, serta beras SPHP Rp55.000 per kemasan lima kilogram. Selain itu, tersedia telur ayam Rp23.000 per kilogram serta cabai, bawang merah, dan bawang putih dengan harga sekitar Rp10.000 per pak.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, panitia menyiapkan sekitar 70 karton minyak goreng dan 1,5 hingga 2 ton beras SPHP. GPM juga melibatkan pelaku UMKM lokal yang menjual berbagai produk, mulai dari makanan olahan seperti keripik hingga produk nonpangan berupa pakaian.
Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Arba’i, mengatakan kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat. Namun, pembelian beberapa komoditas dibatasi untuk menjaga pemerataan stok dan mencegah adanya penimbunan maupun pembelian untuk dijual kembali.
“GPM ini terbuka untuk semua masyarakat. Tetapi memang ada pembatasan pembelian untuk komoditas tertentu agar tidak terjadi penimbunan dan masyarakat lainnya tetap mendapatkan kesempatan membeli,” jelasnya.
GPM di Kabupaten Kediri dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga persediaan komoditas habis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian stabilisasi pangan yang dilaksanakan pemerintah sepanjang 2026.
Di wilayah Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan GPM sebanyak dua kali pada tahun ini. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui DKPP telah mengalokasikan anggaran APBD untuk menggelar GPM di 40 titik sepanjang tahun anggaran 2026.
Pemerintah daerah juga berencana memperluas jangkauan kegiatan setelah adanya perubahan anggaran mulai Oktober mendatang. Arba’i mengatakan tambahan 32 titik GPM disiapkan hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Perluasan tersebut dilakukan agar pelaksanaan stabilisasi pangan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat di Kabupaten Kediri. “Sampai saat ini sudah ada 40 titik yang dilaksanakan melalui anggaran Kabupaten Kediri. Setelah perubahan anggaran, kami merencanakan tambahan 32 titik lagi sehingga pelaksanaan bisa menjangkau lebih banyak wilayah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....