BPBD-FPRB Kediri Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana

  • 08 Sep 2026 17:19 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Kediri memperkuat sinergi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah setempat
  • Melalui sinergi BPBD dan FPRB, upaya mitigasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk melalui edukasi serta peningkatan kesadaran terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar

RRI.CO.ID, Kediri – BPBD Kabupaten Kediri memperkuat sinergi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah setempat. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan BPBD dan FPRB Kabupaten Kediri yang berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Kediri, Selasa, 8 September 2026.

Kabupaten Kediri memiliki sejumlah potensi bencana, mulai dari erupsi gunung api, tanah longsor, banjir musiman hingga berbagai ancaman bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, mengatakan penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sehingga sinergi dengan FPRB menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, FPRB memiliki jejaring yang dekat dengan masyarakat, komunitas, relawan, maupun berbagai unsur lainnya sehingga dapat membantu memperkuat penyampaian edukasi dan mitigasi bencana hingga tingkat lapangan. “Kami di BPBD sangat mengapresiasi keberadaan FPRB. Kolaborasi ini penting agar upaya edukasi, mitigasi, hingga penanganan darurat di lapangan bisa berjalan cepat, tepat, dan menyasar langsung kebutuhan warga,” ujar Ariyanto.

Ariyanto menambahkan, penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi juga perlu diawali dengan langkah pencegahan, pemetaan potensi ancaman, edukasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Kediri, Hari Wahyu Djatmiko, mengatakan FPRB menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menyebut, pendampingan akan diarahkan terutama kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi ancaman di lingkungan masing-masing. “FPRB berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, khususnya di kawasan rawan bencana, agar memiliki kapasitas dan ketangguhan mandiri. Sinergi bersama BPBD ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan strategi mitigasi ke depan,” ucap Hari Wahyu Djatmiko.

Menurut Hari, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pengurangan risiko bencana, sehingga warga tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan ketika bencana terjadi. Melalui sinergi BPBD dan FPRB, upaya mitigasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk melalui edukasi serta peningkatan kesadaran terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan Kabupaten Kediri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, dengan mengedepankan pencegahan dan pengurangan risiko sebelum bencana terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....