Waspada, BPBD Catat 11 Kebakaran Sehari, dan Petakan Daerah Rawan Kekeringan

  • 27 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026

RRI.CO.ID, Kediri- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026. Selain memetakan wilayah rawan kekeringan, BPBD juga soroti lonjakan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga Oktober.

"Kami sudah memetakan titik-titik yang memiliki potensi kekurangan air bersih," kata Djoko usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Desa Manyaran, Banyakan, Senin, 27 Juli 2026.

Berdasarkan pemetaan, ungkap Djoko, ada 5 kecamatan yang masuk zona rawan. Wilayah itu adalah Mojo, Grogol, Ngancar, Plosoklaten, dan Semen.

Untuk antisipasi, BPBD menyiapkan 2 unit armada tangki air dan tandon. Koordinasi juga dilakukan dengan PMI, PDAM, dan OPD lain jika kebutuhan distribusi air meningkat.

Hingga akhir Juli, BPBD menyebut belum ada permintaan dropping air bersih dari warga. "Alhamdulillah sampai sekarang masih aman," ujar Djoko.

Beberapa wilayah yang sempat kering tahun lalu kini sudah ditangani. Di Desa Sempu Ngancar dibangun 3 sumur bor oleh PDAM. Di Sepawon Plosoklaten, pipa yang terbakar sudah diperbaiki Perkim.

"Sementara di Ponggok Mojo, jaringan pipa baru dibuat menuju sumber air berbeda agar distribusi tidak terganggu," katanya.

Namun ancaman lain muncul, sehingga BPBD mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat saat kemarau. Kawasan perbukitan dan hutan Kediri dinilai rawan.

"Rata-rata penyebabnya human error. Mulai bakar sampah sembarangan hingga puntung rokok," tegas Djoko.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono merinci Jumat (24/7/2026) petugas Damkar menangani 11 kejadian kebakaran dalam sehari.

"Kebakaran meliputi rumah, kandang puyuh, rumpun bambu, lahan kosong, lahan tebu hingga lahan jati di sejumlah kecamatan.

Kaleb mengimbau, warga tidak membakar sampah saat cuaca panas dan angin kencang. Lalu, masyarakat diharapkan segera menghubungi petugas jika terjadi kebakaran agar cepat mendapat penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....