Gertek 2026, Langkah Petani Kediri menuju Swasembada Pangan Berbasis Teknologi
- 06 Jul 2026 17:22 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Upaya mendorong kemandirian pangan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian 2026 (Gertek 2026)
RRI.CO.ID, Kediri - Upaya mendorong kemandirian pangan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian 2026 (Gertek 2026). Kegiatan ini menjadi ruang terpadu bagi petani untuk mengakses berbagai kebutuhan pertanian modern, mulai dari benih unggul hingga dukungan permodalan.
Gertek 2026 yang digelar di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Senin, 6 Juli 2026 menghadirkan lebih dari 77 perusahaan dari berbagai sektor. Perusahaan ini mulai dari penyedia benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga perbankan, semuanya disatukan dalam satu lokasi untuk memudahkan petani mendapatkan informasi secara menyeluruh.
Tak hanya pameran, kegiatan ini juga menyediakan lahan demonstrasi (demplot) yang memungkinkan petani melihat langsung penerapan teknologi terbaru. Di area ini, petani dapat menyaksikan penggunaan drone penyemprot, mesin tanam modern, serta berbagai varietas baru padi dan jagung. Bahkan, mereka diberi kesempatan untuk mencoba teknologi tersebut secara langsung.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menyampaikan, bahwa kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut bertujuan mempermudah petani dalam menentukan pilihan teknologi dan benih yang sesuai dengan kondisi lahan di Kediri. "Dengan hadirnya berbagai perusahaan, petani tidak perlu lagi mencari informasi ke berbagai tempat. Mereka bisa langsung memilih benih unggul yang cocok dengan karakter tanah di Kediri," ujar Solikin.
Solikin merinci, kegiatan ini mengusung tema 'Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan'. Bahkan agenda Gertek 2026 menjadi ajang strategis dalam mendorong transformasi pertanian yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing. "Tahun ini, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 14 ribu petani, dengan 6 ribu di antaranya mengikuti temu tani selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 Juli 2026," katanya.
Dalam rangkaian temu tani tersebut, peserta dibagi ke dalam 150 kelas pembelajaran yang membahas berbagai aspek pertanian modern. Mulai dari penggunaan teknologi, manajemen usaha tani, hingga strategi peningkatan produktivitas.
Solikin menambahkan, Gertek merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan inovasi teknologi.
"Selain mendapatkan akses teknologi, petani juga memperoleh informasi terkait pembiayaan dari sektor perbankan. Hal ini menjadi solusi agar petani tidak lagi terkendala modal setelah menemukan teknologi atau benih yang sesuai," katanya.
Pemerintah daerah juga terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai program bantuan. Sepanjang 2025 hingga 2026, bantuan benih padi dan jagung terus disalurkan, disertai distribusi ratusan alat dan mesin pertanian guna mendukung peningkatan produksi. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi menyebutkan Gertek sebagai sarana percepatan penyebaran informasi teknologi pertanian. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam sektor ini.
"Keterlibatan generasi muda memang menjadi salah satu fokus utama," kata Sukadi.
Masih dikatakan Sukadi, dengan hadirnya teknologi, aktivitas bertani kini menjadi lebih cepat, efisien, dan tidak terlalu menguras tenaga, sehingga diharapkan mampu menarik minat anak muda untuk kembali ke sektor pertanian. Hal ini juga mendapat perhatian dari Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha. Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki potensi besar di sektor pertanian yang dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi.
"Kondisi lahan di Kediri sangat potensial. Tantangannya tinggal bagaimana teknologi yang ada mampu menjawab kebutuhan di lapangan," katanya.
Bagi petani lokal, seperti Sutikno asal Tarokan, Gertek 2026 memberikan wawasan baru tentang cara bertani yang lebih modern. "Biasanya kami masih tanam manual. Sekarang ada mesin dan drone. Kalau anak muda melihat ini, saya yakin mereka akan tertarik kembali ke sawah," kata Sutikno.
Melalui Gertek 2026, Bupati Kediri berharap inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti sebatas pameran, tetapi benar-benar diterapkan oleh petani di lapangan. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat dan stabilitas harga pangan tetap terjaga.
Dengan melibatkan puluhan perusahaan, ribuan petani, serta ratusan kelas pembelajaran, Gertek 2026 menjadi bukti bahwa pertanian di Kediri siap bertransformasi menuju sistem yang lebih modern tanpa meninggalkan semangat gotong-royong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....