Hadapi Kemarau, Mas Dhito Gandeng Pertamina dan PLN Amankan Air untuk Petani
- 06 Jul 2026 17:34 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan sektor pertanian
- Pemerintah Kabupaten Kediri menjalin kerja sama dengan Pertamina dan PLN
RRI.CO.ID, Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan sektor pertanian. Khususnya, dalam menghadapi ancaman musim kemarau panjang. Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan pengairan bagi lahan pertanian agar produktivitas petani tetap terjaga.
Pada Senin, 6 Juli 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam program pembangunan daerah. "Berbagai upaya dilakukan, tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani," kata Sukadi.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Kediri menjalin kerja sama dengan Pertamina dan PLN. Kolaborasi dengan Pertamina difokuskan pada penyediaan solar subsidi bagi petani, sementara kerja sama dengan PLN diarahkan pada penyediaan jaringan listrik untuk mendukung program listrik masuk sawah melalui pemasangan sumur submersible.
"Kami terus berkomunikasi dengan Pertamina terkait kebutuhan solar agar petani diprioritaskan. Begitu juga dengan PLN, karena program sumur submersible membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar," katanya.
Untuk mempermudah akses petani terhadap BBM subsidi, proses pengurusan rekomendasi kini dipercepat. Jika sebelumnya petani harus mengurus langsung ke Dispertabun, kini cukup melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
PPL akan membantu proses pengajuan hingga rekomendasi diterbitkan. Bahkan, jika seluruh persyaratan lengkap, rekomendasi bisa selesai dalam satu hari dan langsung dikirim ke petani dalam bentuk barcode untuk pembelian solar subsidi.
"Rekomendasi bisa selesai dalam satu hari. Jadi petani tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan solar bersubsidi," katanya.
Meski prosedur dipermudah, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. Penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan pertanian, seperti operasional mesin diesel pompa air maupun alat dan mesin pertanian (alsintan).
Selain itu, pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri juga akan membangun sekitar 380 titik sumur submersible. Pembangunan ini bersumber dari anggaran pemerintah pusat dan daerah, serta ditujukan untuk kelompok tani di berbagai wilayah.
"Kami terus berkoordinasi dengan PLN Kediri dan Mojokerto agar kebutuhan listrik petani bisa diprioritaskan," kata Sukadi.
Tak hanya fokus pada pengairan, pemerintah daerah juga membantu menekan biaya produksi petani melalui penyaluran benih. Tahun ini, sebanyak 200 ton benih jagung disalurkan untuk lahan seluas 13.300 hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kediri (Mas Dhito) mengemukakan, bahwa dukungan kepada petani tidak berhenti pada bantuan benih saja. Pemerintah daerah juga akan kembali menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian.
"Kita tidak berhenti di sini. Setelah benih, nanti masih ada bantuan alsintan untuk petani," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....