Pasokan Anjlok, Harga Cabai di Pasar Induk Pare Naik

  • 06 Agt 2026 20:12 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, mengalami kenaikan

RRI.CO.ID, Kediri - Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, mengalami kenaikan pada Kamis 6 Agustus 2026.

"Kenaikan harga terjadi pada saat pasokan ketiga jenis cabai anjlok jauh dari kondisi normal," kata Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono.

Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia APCI Kabupaten Kediri, pasokan Cabai Merah Besar CRM tercatat hanya 6 ton. Jumlah itu turun 66,7 persen dari pasokan normal 18 ton.

Ia merinci, untuk jenis CRM varietas Gada EVO dijual Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut naik Rp6.000 dari harga normal Rp24.000. Sementara varietas Imola F1 berada di Rp29.000, naik Rp7.000 dari normal Rp22.000.

Pada varietas Sandi 08 F1 dipatok Rp27.000 per kilogram. Harga itu naik Rp5.000 dari harga normal Rp22.000.

"Selanjutnya, untuk Cabai Merah Keriting CMK, pasokannya hanya 1,5 ton. Angka itu turun 85 persen dari kondisi normal 10 ton," katanya.

Sementara itu, imbuh Suyono, harga CMK varietas Boos 1w F1 berada di Rp30.000 per kilogram. Naik Rp7.000 dari harga normal Rp23.000. Varietas Sbad 46 juga naik Rp7.000 menjadi Rp28.000 dari sebelumnya Rp21.000.

"Terkait pasokan Cabai Rawit Merah CMB tercatat masuk 11 ton. Pasokan tersebut turun 68,6 persen dari normal 35 ton," katanya.

Di sisi lain, harga CMB varietas Brengos 99 menjadi yang tertinggi yakni Rp37.000 per kilogram. Naik Rp9.000 dari harga normal Rp28.000.

Varietas Asmoro 043 dijual Rp35.000, naik Rp8.000 dari normal Rp27.000. Lalu varietas Pentol TUM 99 dan Juwita 25 F1 sama-sama di Rp27.000, naik masing-masing Rp4.000 dan Rp6.000.

"Kami mencatat asal pasokan CRM dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah. Untuk CMK berasal dari Kediri dan Blitar. Sedangkan CMB dipasok dari Kediri, Malang, dan Blitar," ungkapnya.

Dari sisi pendistribusian, sebagian cabai diserap industri melalui Glower. Rinciannya CMB 1,5 ton, CMK 0,7 ton, dan CRM 2 ton. Selain itu ada juga pengiriman ke Kalimantan berupa CMB 1 ton dan CRM 2 ton.

Dengan kondisi pasokan yang menipis dan harga yang naik, APCI berharap petani tetap menjaga produktivitas. Sisa pasokan akan dipenuhi untuk kebutuhan pasar modern dan tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur.

Terpisah, pedagang sayur mayur eceran di Kabupaten Kediri, Indah mengatakan, meski harga mengalami kenaikan jumlah pembeli yang datang tetap.

"Namun, volume belanja yang dibeli oleh konsumen makin berkurang. Mereka sekarang cenderung beli sedikit, tapi biasanya beberapa hari kembali lagi," kata Indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....