Pemkot Kediri dan Pengawas Klarifikasi Isu Tol Bandara Dhoho Terhenti

  • 31 Jul 2026 17:01 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Kediri bersama Konsultan Manajemen Proyek dan Pengawasan melakukan klarifikasi di lokasi pembangunan Jalan Mayor Bismo
  • Akses penghubung Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Bandara Dhoho dipastikan terus melangkah menuju penyelesaian demi mempercepat ekonomi Jawa Timur bagian Selatan

RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kota Kediri bersama Konsultan Manajemen Proyek dan Pengawasan melakukan klarifikasi di lokasi pembangunan Jalan Tol di Jl Mayor Bismo, Jumat 31 Juli 2026. Klarifikasi ini digelar untuk menepis isu yang menyebut proyek strategis nasional jalan tol dan akses penghubung Bandara Dhoho Kediri mangkrak atau terhenti.

Di tengah suara alat berat dan kepulan debu, kedua pihak menegaskan bahwa pembangunan fisik di lapangan terus berjalan aktif dan tidak pernah berhenti. Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, meluruskan anggapan yang menilai Pemkot sengaja menghambat perizinan lahan tahap berikutnya.

Menurutnya, langkah kehati-hatian Pemkot dilakukan demi menjaga aset daerah dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Endang menjelaskan, izin tahap pertama untuk 36 bidang lahan Pemkot sudah terbit sejak lama, namun proses penggantian lahannya hingga kini belum direalisasikan oleh Badan Usaha Jalan Tol atau BUJT.

"Prinsip kami satu, Pemkot Kediri tidak pernah menghambat pembangunan jalan tol. Teman-teman wartawan bisa melihat sendiri di lokasi, proyek tetap berjalan," tegas Endang.

Namun, imbuh Endang, kalau didesak mengeluarkan izin baru untuk tahap kedua, tentu belum bisa dilakukan. "Nanti malah menyalahi aturan, wong kewajiban penggantian lahan yang kemarin saja belum diselesaikan BUJT," katanya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B. Sesuai aturan Kementerian ATR/BPN, penggantian lahan pertanian beririgasi harus berupa lahan setara di wilayah Kota Kediri dengan skema 3 kali lipat luas terdampak.

Endang menilai, hal ini krusial mengingat luas lahan baku sawah di Kota Kediri terbatas. Pemkot ingin memastikan pembangunan infrastruktur selaras dengan ketahanan pangan dan perlindungan aset daerah.

"Kami hanya menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah pusat dan komitmen penyelesaian penggantian lahan dari BUJT, agar proses perizinan selanjutnya bisa berjalan aman dan legal," tambah Kadis PUPR.

Melengkapi penjelasan, Konsultan Manajemen Proyek dan Pengawasan, Mamik R, menegaskan, pengerjaan fisik di jalur akses menuju Bandara Dhoho terus ditingkatkan.

Saat ini pengerjaan difokuskan pada Seksi 2 kawasan Grogol, penataan struktur jembatan penyeberangan, hingga jalan rigid beton sepanjang 1,6 kilometer menuju bandara.

"Bisa kita lihat bersama, seluruh alat berat beroperasi aktif. Pengerjaan struktur Jembatan Brantas butuh presisi dan waktu ekstra. Target kami selesai tuntas pada kuartal kedua tahun depan," kata Mamik.

Klarifikasi ini mempertegas bahwa dinamika perizinan dan kendala teknis disikapi secara transparan oleh semua pihak. Dengan komunikasi intensif antara Pemkot, BUJT, dan Kementerian ATR/BPN, masyarakat diimbau tidak termakan isu liar.

Akses penghubung Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Bandara Dhoho dipastikan terus melangkah menuju penyelesaian demi mempercepat ekonomi Jawa Timur bagian Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....