Harga Cabai di Pasar Induk Pare Turun

  • 24 Jul 2026 22:00 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri terpantau turun

RRI.CO.ID, Kediri - Harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri terpantau turun pada Jumat, 24 Juli 2026. Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, penurunan paling tajam terjadi pada Cabai Merah Besar dan Cabai Merah Keriting.

Sementara Cabai Rawit Merah justru mengalami penurunan harga seiring bertambahnya pasokan. Pasokan Cabai Rawit Merah (CRM) hari ini tercatat 13 ton. Jumlah tersebut naik 62,9 persen dibanding pasokan normal sebanyak 35 ton. Bertambahnya pasokan membuat harga CRM di tingkat pedagang ikut turun.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono menyatakan, penurunan harga CRM terjadi di sebagian besar jenis. Cabai rawit Brengos 99 turun Rp2.000 menjadi Rp30.000 per kilogram dari harga normal Rp28.000.

"Asmoro 043 turun Rp1.000 menjadi Rp28.000 per kilogram dari sebelumnya Rp27.000," kata Suyono.

Namun, imbuhnya, ada juga jenis CRM yang naik. Pental TUM 99 naik Rp1.000 menjadi Rp22.000 per kilogram dari harga normal Rp23.000. Juwita 25 F1 juga naik Rp1.000 menjadi Rp22.000 per kilogram dari sebelumnya Rp21.000.

"Berbanding terbalik dengan CRM, harga Cabai Merah Keriting (CMK) kompak turun. Padahal pasokan CMK juga mengalami penurunan drastis pada hari ini. Pasokan CMK tercatat hanya 1 ton, turun 90 persen dari pasokan normal 10 ton," katanya.

Meski pasokan minim, jelas Suyono, harga CMK tetap turun Rp3.000 untuk semua jenis. Cabai Merah Keriting jenis Boos 1w1 F1 kini dijual Rp20.000 per kilogram, turun dari harga normal Rp23.000.

"Kalau jenis SBAD 46 turun menjadi Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp21.000," katanya.

Situasi serupa juga terjadi pada Cabai Merah Besar (CMB). Pasokan CMB hari ini tercatat 5 ton, turun 72,2 persen dari pasokan normal sebanyak 18 ton. Dengan pasokan yang menipis, harga CMB justru ikut turun.

Ia merinci, cabai Gada EVO turun Rp3.000 menjadi Rp21.000 per kilogram dari harga normal Rp24.000. Imola F1 turun Rp2.000 menjadi Rp20.000 per kilogram dari Rp22.000. Jenis Sandi 108 F1 juga turun paling dalam Rp4.000 menjadi Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp22.000.

"Untuk asal pasokan CMB berasal dari Kediri, Malang, dan Blitar. Untuk CMK berasal dari Kediri. Sementara CRM dipasok dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah," katanya.

Untuk pendistribusian, lanjutnya, sebagian pasokan CRM diserap industri melalui glower sebanyak 2 ton. Sementara pengiriman ke Kalimantan untuk CMB 0,6 ton dan CRM 1 ton. Sisa pasokan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar modern dan tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur.

Sebelumnya, konsumen cabai di Kediri, Dewi Wijayanti mengemukakan, lebih memilih mengurangi pengeluaran untuk belanja bahan pokok. "Kita tahu saat ini kondisi ekonomi sedang sulit, jadi saya lebih memilih untuk mengurangi uang belanja dan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting," kata Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....