APCI: Harga Cabai di Pasar Induk Pare Makin Fluktuatif

  • 15 Jul 2026 20:18 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri makin fluktuatif

RRI.CO.ID, Kediri - Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri makin fluktuatif. Rabu, 15 Juli 2026, Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia APCI Kabupaten Kediri, Suyono mengungkapkan, saat ini pasokan cabai semakin berkurang.

"Namun pergerakan harga antar jenis cabai berbeda," kata Suyono,

Berdasarkan daftar harga harian APCI, pasokan Cabai Merah Besar (CMB) hanya 5 ton. Jumlah itu turun 72,2 persen dari kondisi normal 18 ton. "Meski pasokan berkurang tajam, harga CMB relatif masih stabil," kata Suyono.

Ia merinci, CMB Varietas GADA EVO masih bertahan di Rp24.000 per kilogram. Sementara IMOLA F1 naik Rp1.000 menjadi Rp23.000/kg. Di sisi lain SANDI 08 F1 turun Rp1.000 ke Rp21.000/kg.

Kondisi serupa, jelas Suyono, juga terjadi pada Cabai Merah Keriting (CMK). Pasokannya hanya 2 ton, dari normal 10 ton atau turun 80 persen.

"Namun harga justru mengalami kenaikan," katanya.

Ia mengatakan, Cabai Merah Keriting varietas BOS 116 F1 kini dijual Rp25.000/kg, naik Rp2.000. Begitu juga SIBAD 46 yang naik Rp2.000 menjadi Rp23.000/kg.

Berbeda dengan CRM dan CMB, Cabai Rawit Merah (CRM) justru mengalami kenaikan harga di tengah adanya penambahan pasokan. Pasokan CRM tercatat 13 ton, masih turun 62,9 persen dari normal 35 ton.

Masih dikatakan Suyono, kenaikan paling tinggi terjadi pada varietas JUMITA 25 F1 yang naik Rp4.000 menjadi Rp25.000/kg. Disusul BRENGOS 99 dan ASMORO 043 yang sama-sama naik Rp3.000 menjadi Rp31.000/kg dan Rp30.000/kg.

Sementara PELITA TUM 99 naik Rp2.000 ke Rp25.000/kg. Dengan begitu harga CMK saat ini menjadi yang paling tinggi dibanding jenis cabai lainnya.

Menurut data distribusi APCI, penyerapan cabai oleh industri melalui glower mencapai 1 ton untuk CMK, 1,5 ton untuk CMB, dan 4 ton untuk CRM. Selain itu ada pengiriman CRM sebanyak 3 ton ke Kalimantan.

Lalu, imbuh Suyono, untuk asal pasokan cabai di Pasar Induk Pare ini berasal dari wilayah Kediri, Malang, dan Blitar untuk CMB. Sedangkan CMK berasal dari Kediri dan Blitar. Untuk CRM belum tercatat asal pasokannya.

"Sisa pasokan setelah dikurangi untuk industri dan pengiriman luar daerah, akan didistribusikan untuk kebutuhan pasar modern dan tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur," katanya.

APCI Kabupaten Kediri juga mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tidak melakukan panic buying. Masyarakat diminta bijak berbelanja agar stabilitas harga cabai di pasaran tetap terjaga menjelang akhir Juli 2026.

Sementara itu, seorang konsumen cabai di Kediri, Linda mengatakan, pada ekonomi serba sulit ini pihaknya lebih memilih untuk menghemat pengeluaran belanja sehari-hari. Bahkan, termasuk untuk dana membeli bahan pangan seperti cabai.

"Saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru, jadi saya lebih memilih untuk menghemat pengeluaran dan mengalihkannya untuk biaya sekolah anak," kata Linda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....